Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Emas Dunia Anjlok ke Level Terendah 4 Bulan saat Harga Minyak Naik

Kompas.com, 23 Maret 2026, 15:40 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga emas dunia mengalami tekanan tajam dalam beberapa hari terakhir seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi global.

Penurunan ini terjadi di tengah perubahan ekspektasi kebijakan moneter global, penguatan dollar AS, serta kenaikan imbal hasil obligasi yang mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai.

Dikutip dari Reuters, Senin (23/3/2026), harga emas dunia di pasar spot pada awal pekan ini turun lebih dari 2 persen dan menyentuh level terendah dalam hampir empat bulan.

Baca juga: Harga Energi Melonjak: Peluang Emas Tambang Indonesia

Ilustrasi emas. Perang di Timur Tengah mengganggu penerbangan dari Dubai, membuat pedagang menawarkan diskon emas hingga 30 dollar AS per ons.DOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas. Perang di Timur Tengah mengganggu penerbangan dari Dubai, membuat pedagang menawarkan diskon emas hingga 30 dollar AS per ons.

Dalam perdagangan terakhir, emas diperdagangkan di kisaran 4.366,94 dollar AS per ons, sekaligus memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung selama sembilan sesi berturut-turut.

Secara kumulatif, harga emas dunia tercatat merosot lebih dari 10 persen dalam sepekan terakhir.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April 2026 bahkan turun lebih dalam hingga sekitar 4,5 persen, menandakan tekanan jual yang kuat di pasar derivatif komoditas.

Dampak konflik di Timur Tengah dan lonjakan harga energi

Pelemahan harga emas dunia terjadi bersamaan dengan eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.

Baca juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini 23 Maret 2026, Turun Rp 50.000

Ketegangan geopolitik tersebut memicu lonjakan harga minyak global, yang pada gilirannya meningkatkan kekhawatiran inflasi di berbagai negara.

Harga acuan minyak mentah Brent, misalnya, dilaporkan bergerak di atas level 110 dollar AS per barrel seiring kekhawatiran gangguan pasokan energi di kawasan Teluk.

Kenaikan harga energi yang signifikan ini membuat pelaku pasar mulai mengubah ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter bank sentral utama.

Ilustrasi emas batangan, harga emas hari ini. DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan, harga emas hari ini.

Jika sebelumnya investor memperkirakan penurunan suku bunga, kini sebagian pelaku pasar justru mulai memperhitungkan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lanjutan.

Baca juga: Harga Emas Dunia Anjlok 11 Persen Sepekan, Kehilangan Daya Tarik?

Perubahan ekspektasi tersebut menjadi faktor penting yang menekan harga emas.

Logam mulia secara historis dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, tetapi kenaikan suku bunga dapat menurunkan daya tariknya karena emas tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi lain, konflik yang berkepanjangan juga memicu lonjakan biaya energi global.

Dikutip dari The Economic Times, harga minyak dunia melonjak hingga 50 persen sejak awal konflik, memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat berlangsung lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Baca juga: Rincian Harga Emas Antam di Pegadaian 23 Maret 2026

Halaman:


Terkini Lainnya
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau