Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Emas Melemah di Tengah Negosiasi AS-Iran, Tetap Diprediksi Naik

Kompas.com, 25 Maret 2026, 15:11 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga emas dunia mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir, dengan pergerakan tajam dari fase koreksi menuju penguatan kembali.

Harga logam mulia ini sempat masuk wilayah bear market setelah terkoreksi lebih dari 20 persen dari puncaknya pada akhir Januari 2026, namun kembali menguat seiring meredanya kekhawatiran inflasi akibat turunnya harga minyak.

Pada perdagangan Selasa (24/3/2026) waktu setempat atau Rabu (25/3/2026), harga spot emas tercatat naik 2,56 persen ke level 4.588 dollar AS per ons, sementara kontrak berjangka pengiriman April 2026 melonjak lebih dari 4 persen menjadi 4.597,7 dollar AS per ons.

Baca juga: Update Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, Galeri 24 dan UBS Naik

Ilustrasi emas. Freepik Ilustrasi emas.

Penguatan ini terjadi setelah laporan bahwa Washington tengah menyiapkan proposal untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan negaranya sedang melakukan negosiasi dengan Iran. 

Trump juga mengisyaratkan bahwa Teheran tertarik mencapai kesepakatan damai, meskipun pemerintah Iran membantah adanya pembicaraan langsung.

Berbicara di Oval Office, Trump menyatakan, ia memutuskan menunda ancaman serangan terhadap infrastruktur energi Iran karena adanya proses negosiasi yang berlangsung.

Baca juga: Rincian Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 25 Maret 2026

“Mereka berbicara kepada kita, dan mereka berbicara hal-hal yang masuk akal,” kata Trump.

Komentar tersebut langsung menekan harga minyak dunia. Harga acuan minyak mentah global Brent turun sekitar 6 persen ke level 98,31 dollar AS per barrel, sedangkan harga acuan minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) melemah sekitar 5 persen menjadi 87,65 dollar AS per barrel.

Indeks dollar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang juga tercatat turun 0,17 persen pada perdagangan awal sesi Asia.

Ilustrasi emas. Perang di Timur Tengah mengganggu penerbangan dari Dubai, membuat pedagang menawarkan diskon emas hingga 30 dollar AS per ons.DOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas. Perang di Timur Tengah mengganggu penerbangan dari Dubai, membuat pedagang menawarkan diskon emas hingga 30 dollar AS per ons.

Meski sempat rebound, harga emas dunia masih berada sekitar 17 persen di bawah puncaknya pada akhir Januari 2026.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini: Antam, UBS, Galeri 24 Alami Penurunan

Koreksi tajam sebelumnya bahkan sempat menyeret harga spot turun hingga 4.335,97 dollar AS per ons, sementara kontrak berjangka merosot sekitar 2 persen ke 4.317,80 dollar AS.

Secara keseluruhan, penurunan sekitar 21 persen dari rekor 5.594,82 dollar AS menempatkan emas secara teknis dalam wilayah bear market.

Sejumlah pelaku pasar menilai pelemahan ini dipicu oleh kombinasi penguatan dollar AS serta tanda-tanda meredanya ketegangan geopolitik.

Dollar AS disebut menguat sekitar 3 persen sejak konflik dimulai pada 28 Februari 2026, yang mendorong aksi ambil untung di pasar logam mulia.

Baca juga: Harga Emas di Pegadaian 25 Maret 2026, Galeri 24 dan UBS Kompak Turun

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau