Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Laba BSI Rp 1,36 Triliun di Februari 2026, Didukung Bisnis Emas dan UMKM

Kompas.com, 26 Maret 2026, 15:47 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) mencatat laba sebesar Rp 1,36 triliun (unaudited) per Februari 2026.

Angka itu tumbuh sekitar 17 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Laba ditopang oleh pembiayaan BSI yang tumbuh 14,32 persen secara tahunan menjadi Rp 323 triliun (unaudited) per Februari 2026.

Baca juga: Tabel KUR BSI 2026 Pinjaman 50 Juta, Cicilan Mulai Rp 1,5 Juta per Bulan

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Kontribusi terbesar pembiayaan BSI berasal dari segmen konsumer, khususnya bisnis emas.

Selain itu, pertumbuhan pembiayaan juga diperkuat melalui kontribusi pembiayaan ritel termasuk UMKM mencapai Rp 52,43 triliun, atau naik 6,10 persen secara tahunan (yoy).

Perseroan berupaya mendukung UMKM naik kelas mulai dari pendampingan, pelatihan, pembiayaan, business matching hingga penyediaan layanan BSI UMKM Center.

Pertumbuhan pembiayaan juga ditopang dari strategi perseroan dalam memperkuat diferensiasi melalui bisnis bullion bank yang menjadi salah satu keunggulan BSI.

Baca juga: Purbaya Bakal Tambah Penempatan Dana SAL, Bos BSI Mau Rp 10 Triliun

Sejak memperoleh izin bullion bank, bisnis emas BSI menunjukkan pertumbuhan signifikan dan menjadi salah satu pendorong utama kinerja perseroan.

Kinerja ini turut diperkuat oleh peningkatan kelolaan emas yang telah mencapai sekitar 22,5 ton serta basis nasabah yang terus berkembang hingga 23 juta dalam empat tahun terakhir.

Di sisi lain, pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI) meningkat menjadi Rp 1,47 triliun, atau tumbuh 30 persen secara tahunan (yoy). Kontributor utama pertumbuhan FBI berasal dari layanan bank emas yang mencatat lonjakan tertinggi sebesar 136,55 persen menjadi Rp 463 miliar.

Salah satu customer Bank Syariah Indonesia (BSI) di RS Jemursari saat akan melakukan penukaran uang pecahan, Kamis (12/3/2026).KOMPAS.com/AZWA SAFRINA Salah satu customer Bank Syariah Indonesia (BSI) di RS Jemursari saat akan melakukan penukaran uang pecahan, Kamis (12/3/2026).

Selain itu, kinerja FBI juga didukung oleh bisnis treasury dan layanan e-channel, mencerminkan efektivitas strategi digitalisasi dan diversifikasi layanan BSI.

Baca juga: 162 Kantor Cabang Buka Selama Libur Lebaran, Bos BSI: Tim IT Siaga 24 Jam

Hingga Februari 2026, jumlah pengguna superapps BYOND by BSI mencapai 6,3 juta dengan jumlah transaksi mencapai 125,4 juta transaksi.

Kemudian, BSI juga mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 14,76 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 366 triliun.

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan tabungan sebesar 16,06 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 154 triliun.

Lebih lanjut, likuiditas perseroan tetap terjaga dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) di level 88,20 persen.

Baca juga: BSI Siapkan Uang Tunai Rp 45 Triliun Selama Libur Lebaran 2026

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau