KOMPAS.com - Rencana Amerika Serikat (AS) menarik pasukan dari Iran menjadi sinyal meredanya konflik yang selama ini memicu ketidakpastian global, terutama di sektor energi.
Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer di Iran diperkirakan selesai dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan.
Ia juga telah memerintahkan pimpinan militer untuk bersiap menarik pasukan dari kawasan Timur Tengah.
“Kami akan pergi sangat segera,” ujar Trump dikutip dari Reuters, Selasa (31/3/2026).
Konflik di Timur Tengah sebelumnya telah mengganggu pengiriman energi global dan memicu ketidakpastian harga minyak, sehingga banyak negara mulai menghitung ulang ketahanan energinya.
Baca juga: Wall Street Menguat Imbas Optimisme Perang Iran-AS Mereda
Trump menegaskan, penghentian operasi militer tidak bergantung pada kesepakatan dengan Iran.
"Iran tidak harus membuat kesepakatan. Mereka tidak harus membuat kesepakatan dengan saya," bebernya.
Syarat penghentian operasi militer hanya obyektif misi tercapai, yakni menetralisir kemampuan Iran memproduksi senjata nuklir. Setelah itu dipastikan, maka Trump mundur dari sana.
"Setelah itu (tercapai), baru kami akan pergi," katanya.
Baca juga: Ketegangan AS-Iran Picu Volatilitas, Investor Kripto Diimbau Tak Impulsif
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan jika negaranya berniat mengakhiri konflik. Namun, ada beberapa syarat yang harus terpenuhi.
"Kami memiliki kemauan yang diperlukan untuk mengakhiri konflik ini, asalkan syarat-syarat penting terpenuhi, terutama jaminan yang dibutuhkan untuk mencegah terulangnya agresi," kata Pezeshkian dikutip dari Euro News, Selasa (31/3/2026).
Apa yang disampaikan Pezeshkian tak lama setelah Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth mengumumkan jika beberapa hari ke depan begitu menentukan dalam perang Iran.
Baca juga: Trump Ingin Kuasai Minyak Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak
Hegseth meyakini Iran tak bisa berbuat banyak menghadapi yang akan datang.
"Hari-hari mendatang akan menentukan. Iran tahu itu, dan hampir tidak ada yang bisa mereka lakukan secara militer untuk mencegahnya," kata Hegseth.
Diketahui AS menyiapkan serangan pasukan darat ke wilayah Iran meski Pentagon masih belum memberikan keterangan resmi mengenai pengerahannya.
Baca juga: Trump Klaim Iran Setujui Tuntutan AS, Singgung Rencana Ambil Minyak
Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "Trump Umumkan Perang Lawan Iran Berakhir 3 Minggu Lagi, AS Segera Tarik Pasukan"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang