Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AS Siap Tarik Pasukan dari Iran, Sinyal Perang Mereda?

Kompas.com, 1 April 2026, 14:00 WIB
Seto Ajinugroho,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Rencana Amerika Serikat (AS) menarik pasukan dari Iran menjadi sinyal meredanya konflik yang selama ini memicu ketidakpastian global, terutama di sektor energi.

Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer di Iran diperkirakan selesai dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan.

Ia juga telah memerintahkan pimpinan militer untuk bersiap menarik pasukan dari kawasan Timur Tengah.

“Kami akan pergi sangat segera,” ujar Trump dikutip dari Reuters, Selasa (31/3/2026).

Konflik di Timur Tengah sebelumnya telah mengganggu pengiriman energi global dan memicu ketidakpastian harga minyak, sehingga banyak negara mulai menghitung ulang ketahanan energinya.

Baca juga: Wall Street Menguat Imbas Optimisme Perang Iran-AS Mereda

Target Operasi Militer AS

Trump menegaskan, penghentian operasi militer tidak bergantung pada kesepakatan dengan Iran.

"Iran tidak harus membuat kesepakatan. Mereka tidak harus membuat kesepakatan dengan saya," bebernya.

Syarat penghentian operasi militer hanya obyektif misi tercapai, yakni menetralisir kemampuan Iran memproduksi senjata nuklir. Setelah itu dipastikan, maka Trump mundur dari sana.

"Setelah itu (tercapai), baru kami akan pergi," katanya.

Baca juga: Ketegangan AS-Iran Picu Volatilitas, Investor Kripto Diimbau Tak Impulsif

Iran ingin akhiri konflik

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan jika negaranya berniat mengakhiri konflik. Namun, ada beberapa syarat yang harus terpenuhi.

"Kami memiliki kemauan yang diperlukan untuk mengakhiri konflik ini, asalkan syarat-syarat penting terpenuhi, terutama jaminan yang dibutuhkan untuk mencegah terulangnya agresi," kata Pezeshkian dikutip dari Euro News, Selasa (31/3/2026).

Apa yang disampaikan Pezeshkian tak lama setelah Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth mengumumkan jika beberapa hari ke depan begitu menentukan dalam perang Iran.

Baca juga: Trump Ingin Kuasai Minyak Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak

Hegseth meyakini Iran tak bisa berbuat banyak menghadapi yang akan datang.

"Hari-hari mendatang akan menentukan. Iran tahu itu, dan hampir tidak ada yang bisa mereka lakukan secara militer untuk mencegahnya," kata Hegseth.

Diketahui AS menyiapkan serangan pasukan darat ke wilayah Iran meski Pentagon masih belum memberikan keterangan resmi mengenai pengerahannya.

Baca juga: Trump Klaim Iran Setujui Tuntutan AS, Singgung Rencana Ambil Minyak

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "Trump Umumkan Perang Lawan Iran Berakhir 3 Minggu Lagi, AS Segera Tarik Pasukan"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau