JAKARTA, KOMPAS.com - Arus balik Lebaran 2026 masih mengalir deras menuju Jakarta. Hingga H+9 Idul Fitri, jumlah kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek telah menembus 3,1 juta unit, mendekati total proyeksi yang diperkirakan selama periode mudik dan balik tahun ini.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono mengatakan, angka tersebut merupakan akumulasi lalu lintas dari empat gerbang tol utama, yakni Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi, dalam periode 11–30 Maret 2026.
“Secara kumulatif sebanyak 3,1 juta kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek tersebut merupakan 93,3 persen dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan kembali ke wilayah Jabotabek selama periode 11–31 Maret 2026,” ujar Rivan dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Survei KedaiKOPI: 85 Persen Masyarakat Berencana Mudik Lebaran dan Manfaatkan Mudik Gratis
Dominasi arus balik terlihat dari arah timur yang mencakup Trans Jawa dan Bandung. Jumlahnya mencapai 1,5 juta kendaraan atau 47,5 persen dari total kendaraan yang kembali ke Jabotabek.
“Untuk distribusi lalu lintas kembali ke Jabotabek dari tiga arah yaitu dengan mayoritas sebanyak 1,5 juta kendaraan (47,5 persen) dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung),” kata Rivan.
Sementara itu, dari arah barat atau Merak tercatat sebanyak 928.370 kendaraan atau 29,3 persen, dan dari arah selatan atau Puncak sebanyak 733.641 kendaraan atau 23,2 persen.
Baca juga: Perjalanan Mudik Turun, Penumpang Naik: Sinyal Baru Pola Perjalanan Lebaran 2026
Rinciannya, kendaraan dari Trans Jawa yang melintas melalui Gerbang Tol Cikampek Utama mencapai 846.535 unit atau meningkat 51,2 persen dibandingkan kondisi normal. Sementara dari arah Bandung melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama tercatat sebanyak 658.125 kendaraan atau naik 3,0 persen.
Dari arah barat, kendaraan yang masuk melalui Gerbang Tol Cikupa mencapai 928.370 unit atau meningkat 1,0 persen dibandingkan kondisi normal. Adapun dari arah selatan melalui Gerbang Tol Ciawi tercatat sebanyak 733.641 kendaraan atau naik 3,2 persen.
Pada H+9 Idul Fitri 1447 H/2026 saja, volume kendaraan yang kembali ke Jabotabek mencapai 176.740 unit atau meningkat 36,3 persen dibandingkan lalu lintas normal sebesar 129.695 kendaraan.
Rinciannya, sebanyak 86.733 kendaraan berasal dari arah timur atau naik 57,8 persen dibandingkan kondisi normal, 55.713 kendaraan dari arah barat atau meningkat 28,74 persen, dan 34.294 kendaraan dari arah selatan atau naik 9 persen.
Baca juga: Arus Balik, Jasa Marga Berlakukan One Way Lokal di Tol Semarang KM 425–422
Rivan menyebut, arus balik diperkirakan masih berlangsung hingga H+10 Lebaran 2026, meskipun volumenya mulai menurun seiring berakhirnya masa libur panjang.
“Dengan data tersebut, pergerakan arus balik masih akan berlangsung hingga H+10 Lebaran 2026 atau Selasa, 31 Maret 2026, meskipun dengan volume yang cenderung menurun,” ujarnya.
Ia mengimbau pengguna jalan untuk tetap memperhatikan kesiapan perjalanan.
“Kami mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kesiapan perjalanan, di antaranya memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan,” tegas dia.
Baca juga: Jumlah Perjalanan Selama Periode Mudik Lebaran Menurun, Apa Sebabnya?