Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mobil Pertama Honda, Mini Pikap T360

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Honda Motor Co. dikenal luas sebagai salah satu raksasa otomotif asal Jepang. Produk yang ditawarkan juga beragam, mulai dari sepeda motor hingga mobil.

Namun, perjalanan Honda di industri otomotif tidak langsung dimulai dari mobil.

Perusahaan yang didirikan pada 1948 itu awalnya memproduksi mesin tambahan untuk sepeda. Dari sana, Honda kemudian berkembang pesat menjadi salah satu produsen sepeda motor terbesar di dunia.

Baru pada 1963, Honda resmi memperkenalkan kendaraan roda empat pertamanya, yaitu Honda T360.

Kehadiran T360 menjadi tonggak penting bagi Honda untuk melebarkan sayap ke industri mobil, setelah sebelumnya sukses besar di segmen sepeda motor.

"Dengan latar belakang ekonomi yang kuat, minat dan harapan terhadap perkembangan motorisasi di Jepang semakin meningkat," tulis Honda Global dikutip Minggu (8/3/2026).

"Di tengah kondisi tersebut, Honda Motor Co. mulai menyiapkan langkah untuk memasuki pasar mobil. Pada 1963, Honda meluncurkan Honda T360, truk ringan kategori kei pertama mereka. Peluncuran ini menandai awal perjalanan Honda sebagai produsen mobil," tulisnya.

"Di saat yang sama, Honda juga mulai menantang diri untuk membawa bisnis sepeda motornya ke pasar global, dengan tujuan mencari pasar yang lebih luas," katanya.

Dilansir dari Honda Arta, T360 merupakan mobil pikap mungil dengan mesin 356 cc empat silinder yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 30 tk pada 8.500 rpm.

Mobil ini juga tercatat sebagai model mobil Honda pertama yang diproduksi secara massal.

Kepopuleran T360 membuat Honda meraih kesuksesan di pasar domestik Jepang. Dalam periode produksi 1963 hingga 1967, pikap ini terjual sebanyak 108.290 unit.

Salah satu keunikan T360 terletak pada penempatan mesinnya. Mesin mobil ini diletakkan di bawah bangku atau jok, sehingga ruang di bagian belakang bisa dimanfaatkan lebih maksimal untuk mengangkut barang.

Pada bagian depan mobil juga terdapat huruf “H” berukuran besar sebagai identitas Honda. Logo ini berbeda dengan lambang sayap mengepak yang biasa digunakan pada sepeda motor Honda.

Mesin Kecil

Honda T360 dibekali mesin berkode AK250E yang sudah menggunakan teknologi DOHC. Meski kapasitasnya kecil, mobil ini diklaim mampu melaju hingga kecepatan 100 kilometer per jam.

Jika dilihat dari sudut pandang modern, performa tersebut mungkin terkesan biasa saja. Namun pada masanya, tenaga yang dimiliki T360 tergolong cukup unggul dibandingkan kendaraan sekelasnya.

Bahkan, beberapa rival pada segmen serupa hanya memiliki tenaga sekitar setengah dari kemampuan T360.

Keunggulan ini tidak lepas dari pengaruh teknologi mesin sepeda motor Honda yang terkenal bertenaga dan efisien.

Desain 1960-an

Dari sisi tampilan, Honda T360 memiliki desain yang khas mobil era 1960-an.

Bagian depan mobil terlihat cembung dengan lampu utama bulat yang sedikit menonjol. Spionnya juga ditempatkan di dekat lampu depan, memberikan kesan klasik.

Jika dilihat sekilas, tampilannya bahkan mengingatkan pada kendaraan angkutan roda tiga seperti bemo yang memakai basis Daihatsu Midget MP4.

Desain bergaya vintage seperti ini memang sedang populer pada masa tersebut.

Beberapa varian

Honda T360 mulai diproduksi pada Juni 1963 dengan sistem penggerak roda belakang.

Model ini hadir dalam beberapa varian, di antaranya flatbed (T360F), model dengan sisi bak yang dapat dilipat (T360H), serta versi van tertutup (T360V).

Selain itu, Honda juga memperkenalkan varian khusus bernama Snow Crawler, yang dirancang untuk digunakan di wilayah bersalju.

Beberapa unit bahkan tampil dengan warna khas “May Blue”, yang semakin memperkuat karakter unik dari mini truck pertama Honda ini.

https://otomotif.kompas.com/read/2026/03/08/132100415/mobil-pertama-honda-mini-pikap-t360

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com