Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mudik ke Solo Pakai BYD Atto 1, Habis Berapa Biayanya?

Kompas.com, 10 Maret 2026, 15:21 WIB
Donny Dwisatryo Priyantoro,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - BYD Atto 1 jadi salah satu mobil listrik terlaris di Indonesia. Dengan jarak tempuh hingga 300-380 km, banyak yang mempertimbangkan untuk mudik Lebaran menggunakan mobil listrik tersebut.

Salah satu rute yang banyak dilalui adalah Jakarta-Solo, melalui Tol Trans Jawa. Rute tersebut memiliki jarak tempuh sekitar 540 km.

Baca juga: Estimasi Biaya Mudik Rute Jakarta-Semarang Pakai BYD Atto 1

Dengan menggunakan Atto 1, tentunya pemudik harus memiliki perencanaan yang matang untuk melakukan pengecasan, serta menghitung berapa estimasi biaya yang diperlukan.

Test Derive BYD Atto 1ist Test Derive BYD Atto 1

Untuk diketahui, Atto 1 tersedia dalam dua varian. Atto 1 Dynamic dibekali baterai berkapasitas 30,08 kWh dengan jarak tempuh 300 kilometer.

Sedangkan Atto 1 Premium, memiliki baterai 38,88 kWh dengan jarak tempuh 380 kilometer.

Berdasarkan pengetesan yang pernah dilakukan oleh redaksi, Atto 1 memiliki efisiensi daya hingga 8,5 km/kWh. Namun, konsumsi daya tersebut bisa berbeda-beda, tergantung dari kondisi lalu lintas, gaya mengemudi, bobot muatan, dan lainnya.

Baca juga: Mobil Listrik Terlaris di Kelas Rp 200 Jutaan: Atto 1 vs Jaecoo J5

Bila menggunakan konsumsi daya rata-rata tersebut, yakni 8,5 kilometer per kWh, maka biaya mudik menggunakan BYD Atto 1 rute Jakarta-Solo bisa dihitung dengan cara berikut.

Impresi berkendara BYD Atto 1KOMPAS.com/Ruly Kurniawan Impresi berkendara BYD Atto 1

Tarif listrik rumah tangga non-subsidi saat ini berada di kisaran Rp 1.400–1.700 per kWh. Sementara tarif SPKLU DC fast charging seperti PLN, Voltron sekitar Rp 2.466,74 per kWh.

Untuk menempuh jarak 540 kilometer, dengan konsumsi daya rata-rata 8,5 kilometer per kWh, maka dibutuhkan daya sekitar 63,5 kWh, atau tiga kali pengisian baterai. Sebab, Atto 1 hanya memiliki baterai berkapasitas 30,08 kWh dan 38,88 kWh.

Test Derive BYD Atto 1Aditya Maulana - Kompas.com Test Derive BYD Atto 1

Jika biaya pengecasan dibulatkan menjadi Rp 2.500 per kWh, dengan tiga kali pengecasan, maka dibutuhkan biaya mulai Rp 231.000 hingga Rp 291.600.

Sedangkan untuk tarif tol Golongan I, estimasi biaya rute Jakarta-Solo mencapai Rp 543.500. Namun, tarif tersebut belum terhitung diskon yang akan diberikan pemerintah pada periode mudik Lebaran 2026.

Sehingga, total estimasi biaya mudik Jakarta-Solo menggunakan BYD Atto 1 ada di kisaran Rp 774.500 hingga Rp 835.100.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau