Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menyusuri Cilacap-Kebumen Pakai Xenia, Napak Tilas Jalan Daendels

Kompas.com, 30 Maret 2024, 12:01 WIB
Donny Dwisatryo Priyantoro,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Merapah Trans-Jawa 2024 Pesona Pesisir Selatan Jawa memasuki hari kedua. Pada perjalanan kali ini, dimulai dari Cilacap menuju Kebumen, untuk menyusuri salah satu jalan yang legendaris di Indonesia.

Jalan yang dimaksud adalah Jalan Daendels. Jalan ini merupakan salah satu rute mudik lebaran yang menyimpan fakta sejarah yang menarik.

Baca juga: Hitung Konsumsi BBM Daihatsu Xenia Jakarta-Nagreg-Cilacap

Perjalanan dimulai dari Noola Hotel di Cilacap, untuk selanjutnya menuju ke Konservasi Penyu Kali Ratu di Jogosimo, Kabupaten Kebumen. Berangkat pukul 06.00 WIB, mentari pagi mewarnai perjalanan ini.

Tim Merapah Trans-Jawa 2024 Pesona Pesisir Selatan Jawa yang mengandalkan Daihatsu Xenia 1.5 R MT pada etape keduaKOMPAS.Com Tim Merapah Trans-Jawa 2024 Pesona Pesisir Selatan Jawa yang mengandalkan Daihatsu Xenia 1.5 R MT pada etape kedua

Rute yang dilewati cukup berkelok-kelok, tapi banyak juga menemui jalan yang lurus. Pada rute ini, kenyamanan di kabin Xenia sangat terasa. Mobil yang diisi lima orang dewasa dengan banyak barang bawaan ternyata terasa masih cukup lapang.

Setelah mencapai Jalan Pantai Selatan, tim Merapah lebih banyak menemui jalan lurus yang sangat panjang. Jalur Pantai Selatan diketahui sudah ada sejak abad ke-4. Pada masa itu, berbagai kerajaan di Pulau Jawa masih berdiri.

Baca juga: Avanza dan Xenia Bekas Dicari buat Mudik Lebaran, Harga mulai Rp 70 Juta

Disebutkan bahwa jalur ini dikenal sebagai jalur untuk mengirimkan upeti bagi kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa. Pada zaman kolonial, Jalur Pantai Selatan dibangun oleh Agustus Dirk Daendels, tepatnya pada 1838.

Tim Merapah Trans-Jawa 2024 Pesona Pesisir Selatan Jawa yang mengandalkan Daihatsu Xenia 1.5 R MT pada etape keduaKOMPAS.Com Tim Merapah Trans-Jawa 2024 Pesona Pesisir Selatan Jawa yang mengandalkan Daihatsu Xenia 1.5 R MT pada etape kedua

Tapi, Jalur Pantai Selatan sebenarnya baru direnovasi sekitar tujuh tahun lalu oleh Pemerintah Indonesia. Sekarang, aspalnya cukup mulus, meskipun pada beberapa titik masih ada jalan berlubang dan bergelombang. Tapi, secara keseluruhan, kondisi jalannya cukup baik.

Tim Merapah sempat berhenti di pertengahan Jalan Daendels untuk mengambil dokumentasi berupa foto dan video. Jarak yang ditempuh dari lokasi hotel sampai lokasi dokumentasi mencapai 107 Km.

Tercatat konsumsi BBM Daihatsu Xenia 1.5 R MT yang digunakan tembus 11 kilometer per liter, dengan kecepatan rata-rata hanya 13 kilometer per jam.

Baca juga: Update Harga Avanza dan Xenia Bekas, Mulai Rp 70 Jutaan

Tim Merapah Trans-Jawa 2024 Pesona Pesisir Selatan Jawa yang mengandalkan Daihatsu Xenia 1.5 R MT pada etape keduaKOMPAS.Com Tim Merapah Trans-Jawa 2024 Pesona Pesisir Selatan Jawa yang mengandalkan Daihatsu Xenia 1.5 R MT pada etape kedua

Selesai mengambil dokumentasi, tim Merapah melanjutkan perjalanan ke konservasi penyu binaan PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Pada lokasi acara, tim Merapah juga bertemu dengan perwakilan dari Astra Daihatsu Jogja-Magelang dan komunitas dari Daihatsu Xenia Indonesia Club (DXIC) di Kebumen, untuk menanam cemara laut.

Setelah selesai, tim Merapah melanjutkan perjalanan ke restoran setempat untuk berbuka puasa. Kemudian, lanjut lagi ke Hotel Grand Kolopaking di Kabupaten Kebumen. Kali ini, perjalanan menempuh jarak hanya 36 Km.

Konsumsi BBM tercatat menjadi 10,3 kilometer per liter dengan kecepatan rata-rata berubah menjadi 24 kilometer per jam.

Baca juga: Avanza Kuasai Pasar MPV Murah 2023, Stargazer Ancam Xenia

Tim Merapah Trans-Jawa 2024 Pesona Pesisir Selatan Jawa yang mengandalkan Daihatsu Xenia 1.5 R MT pada etape keduaKOMPAS.Com Tim Merapah Trans-Jawa 2024 Pesona Pesisir Selatan Jawa yang mengandalkan Daihatsu Xenia 1.5 R MT pada etape kedua

Konsumsi BBM mungkin terlihat boros, karena mobil juga digunakan untuk mondar-mandir ketika mengabadikan momen di Jalur Pantai Selatan. Mobil juga diisi lima orang dewasa, beserta barang-barang bawaannya. Namun, perlu diingat bahwa konsumsi BBM tergantung dari banyak faktor, beda pengendara bisa saja beda hasilnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau