Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tampilan Vintage: Tren Jok Fabric di Dunia Otomotif 2025

Kompas.com, 15 Oktober 2025, 10:02 WIB
Dio Dananjaya,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah perkembangan dunia modifikasi interior mobil yang semakin dinamis, tahun 2025 ini muncul tren baru yang tengah mencuri perhatian para pecinta otomotif.

Tren tersebut adalah penggunaan jok fabric yang dipadukan dengan sentuhan kain tartan dan bahan bus.

Baca juga: Curhat Pengguna Suzuki Fronx Usai Menempuh Jarak 3.000 Km

Ilustrasi pemasangan kain jok bus di Ferrari JokDok. Ferrari Jok Ilustrasi pemasangan kain jok bus di Ferrari Jok

Kombinasi ini menawarkan kesan yang berbeda dibandingkan dengan jok kulit yang selama ini mendominasi pasar.

Feri Gusrijal, pemilik bengkel spesialis Ferrari Jok yang terletak di Cibubur, kepada Kompas.com, Selasa (14/10/2025), menjelaskan, “Yang lagi rame sekarang itu penggantian bahan jok yang dikombinasi dengan kain tartan kotak-kotak atau bahan bus.”

Kain tartan, yang dikenal dengan motif kotak-kotak klasiknya, kini tidak hanya menjadi ciri khas busana Eropa tetapi juga digunakan untuk memperkuat nuansa vintage di interior mobil.

Estetika Vintage

Baca juga: Mengapa Kendaraan di Tambang Memerlukan Bendera dengan Tiang Tinggi?

Ilustrasi pemasangan kain jok bus di Ferrari JokDok. Ferrari Jok Ilustrasi pemasangan kain jok bus di Ferrari Jok

Sementara itu, bahan bus yang terkenal tebal dan tahan lama, biasanya digunakan untuk jok kendaraan niaga seperti bus dan minibus, kini dimodifikasi agar lebih cocok untuk mobil harian.

“Biasanya dipakai buat mobil-mobil yang ingin tampilannya vintage, seperti Suzuki Jimny atau mobil-mobil retro. Tapi mobil baru juga cocok kalau ingin mengejar tampilan vintage,” tambah Feri.

Harga Jok Fabric 

Dari segi harga, jok fabric tergolong lebih ramah di kantong dibandingkan jok kulit.

Untuk mobil dengan tiga baris seperti Toyota Avanza atau Kijang Innova, biaya modifikasi jok fabric dimulai dari Rp 1 juta.

Namun, jika memilih kain tartan impor, harganya bisa melonjak cukup jauh hingga Rp 10 juta, setara dengan jok kulit microfiber.

Meski jok fabric tidak sepraktis kulit yang mudah dibersihkan, tren ini menawarkan daya tarik visual yang lebih kuat.

Perpaduan warna, motif, dan tekstur pada jok fabric mampu membuat kabin mobil terasa lebih hidup.

Hal ini sangat menarik bagi mereka yang ingin mengekspresikan karakter personal atau gaya retro dalam kendaraan kesayangannya.

“Kalau mau tampil beda, fabric itu sekarang jadi pilihan baru yang lagi naik daun,” ungkap Feri.

Dengan keunikan dan estetika yang ditawarkannya, jok fabric bisa menjadi alternatif menarik untuk memodifikasi interior mobil Anda.

Kesimpulan

Tren jok fabric dengan sentuhan kain tartan dan bahan bus adalah pilihan menarik yang bisa memperkaya interior mobil Anda.

Tak hanya menawarkan estetika yang kuat, tetapi juga memberikan pilihan harga yang bersaing.

Bagi para pecinta otomotif yang ingin menambah karakter pada kendaraan mereka, modifikasi ini tentu patut dipertimbangkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau