Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Touring Religi, Pria Ini Tuntaskan Ekspedisi Indonesia-Mekkah

Kompas.com, 17 November 2025, 19:41 WIB
Donny Dwisatryo Priyantoro,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekspedisi bermotor lintas benua banyak dilakukan dengan berbagai tujuan. Salah satunya untuk tujuan religi, seperti ke Mekkah.

Belum lama ini, petualang asal Makassar yang akrab disapa Om Daeng, berhasil menuntaskan ekspedisi dari Indonesia ke Mekkah. Total perjalanan setelah melewati 12 negara mencapai lebih dari 12.000 km.

Lama perjalanan sendiri menghabiskan waktu hingga delapan bulan. Om Daeng dalam perjalanannya mengandalkan Yamaha Xmax.

Baca juga: Cerita Peserta Touring Terjauh, Tidak Diperbolehkan Menginap di Hotel

Ekspedisi bertajuk “Motoran Indonesia to Mekkah” ini menjadi salah satu perjalanan solo terjauh yang pernah ditempuh petualang Indonesia. Bagi komunitas motor, perjalanan Om Daeng bukan hanya soal ketahanan, tetapi juga pembuktian bahwa touring ekstrem dapat membuka jalan bagi persaudaraan lintas negara.

Touring religi Om Daeng, Indonesia-MekkahDok. Om Daeng Touring religi Om Daeng, Indonesia-Mekkah

“Perjalanan ini bukan hanya soal jarak, tapi pelajaran tentang keberanian, ketulusan, dan persaudaraan di banyak negara,” kata Om Daeng, dalam keterangan resminya.

Om Daeng mengatakan, dari semua negara yang dilalui, China menjadi bagian perjalanan paling lengkap sekaligus paling menantang.

Baca juga: Honda ADV160 Jelajah Parahyangan Timur: Sensasi Touring 170 Km

“China itu lengkap banget. Gurun ada, salju ada, makanannya enak, jalurnya panjang sekali. Semua ada di situ,” kata Om Daeng.

Touring religi Om Daeng, Indonesia-MekkahDok. Om Daeng Touring religi Om Daeng, Indonesia-Mekkah

Selain kondisi alam yang ekstrem, ia juga merasakan keramahan penduduk setempat yang berkali-kali membantunya selama perjalanan.

“Banyak yang memberi minum dan menyapa karena melihat tulisan Indonesia to Mekkah di jaket saya,” katanya.

Sewaktu di Malaysia, Om Daeng mendapat sambutan luar biasa dari komunitas motor. Bahkan, ban motor miliknya diganti secara cuma-cuma oleh para warga lokal sebagai bentuk dukungan.

“Di Malaysia kami dijamu betul-betul. Sampai ban diganti oleh mereka. Itu luar biasa,” ujar Om Daeng.

“Mereka sangat ramah. Ada yang memberi uang, ada yang memberi minum. Mereka menghargai perjalanan kami,” katanya.

Meski rute Asia Tengah menawarkan panorama indah, menurut Om Daeng, Afghanistan menjadi negara dengan tantangan paling berat.

“Medannya sulit dan situasinya tidak mudah,” kata Om Daeng.

Namun, tekad kuat untuk mencapai Tanah Suci membuatnya terus melaju. Salah satu momen paling emosional terjadi saat Om Daeng mengambil miqat di Thaif.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau