Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Performa Mesin Lebih Maksimal dengan BBM RON Tinggi? Ini Faktanya

Kompas.com, 18 November 2025, 12:12 WIB
Erwin Setiawan,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Sebagian orang menganggap mobil bensin tetap aman bila mengkonsumsi Pertalite, meski tak sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Hal ini terbukti mobil tetap bisa melaju tanpa ada penurunan performa signifikan.

Hanya saja, mobil tersebut perlu sesekali diisi Pertamax atau BBM dengan RON tinggi sebagai pembersih kerak karbon. Dengan demikian, ruang bakar dianggap bisa lebih bersih tanpa harus melakukan tune up di bengkel.

Ahli Konservasi Energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri, mengatakan Pertalite tak mengandung aditif pembersih, sementara Pertamax ada.

Baca juga: Alasan Kenapa Pertamax Campur Pertalite Bikin Performa Mesin Menurun


“Maka dari itu residu yang dihasilkan berbeda, kerak karbon di ruang bakar lebih banyak pada mobil yang biasa mengkonsumsi Pertalite, sementara Pertamax lebih sedikit,” ucap Tri kepada KOMPAS.com, belum lama ini.

Sedangkan dengan memakai Pertamax secara berselang setelah pakai Pertalite, maka kerak karbon di ruang bakar bisa terkikis secara perlahan.

“Saat periode pakai Pertamax, yang mengandung aditif pembersih, kerak yang ada di ruang bakar bisa terkikis dengan perlahan, sehingga lebih bersih,” ucap Tri.

Baca juga: Lebih Irit Mana, Pakai Pertamax atau Pertalite untuk Harian?

Mobil mewah Toyota Camry diisi dengan PertaliteKompas.com/Donny Mobil mewah Toyota Camry diisi dengan Pertalite

Hari Wibowo, pemilik bengkel Spesialis Nissan - Honda Yogyakarta mengatakan ada istilah "Italian Tune Up", yakni metode membuat ruang bakar lebih bersih tanpa melakukan pembongkaran.

“Cara ini dapat mengikis kerak karbon yang ada di ruang bakar dan manifold, tanpa harus membongkarnya, yakni dengan memacu mobil dengan pedal gas dibuka penuh selama beberapa detik,” ucap Hardi kepada KOMPAS.com, belum lama ini.

Saat throttle membuka penuh tersebut, maka siklus pembakaran akan terjadi lebih cepat, begitu juga dengan aliran udara dan campuran bahan bakar.

Baca juga: Apa Benar Mencampur Pertalite dan Pertamax Bisa Bikin Tangki Berkarat?

“Aliran tersebut akan mengangkat kerak karbon yang sudah mulai menumpuk, membuatnya ikut terbuang bersama asap knalpot, sehingga diharapkan ruang bakar dan manifold lebih bersih,” ucap Hardi.

Jadi, pemakaian Pertamax sesekali pada mobil yang biasa menenggak Pertalite, dapat sedikit membantu pembersihan kerak karbon, tanpa harus melakukan pembongkaran

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau