Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Modifikasi Vespa, Ulik Beda Karakter Polini dan Malossi

Kompas.com, 21 Januari 2026, 15:21 WIB
Gilang Satria,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Nama Polini dan Malossi sudah lama dikenal di kalangan pengguna skuter, termasuk Vespa.

Dua brand aftermarket asal Italia ini kerap menjadi pilihan untuk meningkatkan performa skuter, baik untuk kebutuhan harian, touring, maupun balap.

Baca juga: Geely Umumkan Harga Resmi EX2, Dibanderol mulai Rp 229,9 Juta

Meski sama-sama populer dan memiliki reputasi kuat di Eropa, karakter produk Polini dan Malossi berbeda. Pemilik Vespa yang mau upgrade perlu memahami kebutuhan sebelum menentukan pilihan.

PoliniFoto: Istimewa Polini

Pemilik bengkel Scooter VIP, spesialis Vespa di Bekasi, Jawa Barat, Dennil Sagita, mengatakan perbedaan utama kedua brand tersebut terletak pada karakter produknya.

“Mungkin dari pengalaman saya waktu sering ke bengkel, yang membedakan itu sebenarnya karakter antara yang satu dengan yang lain. Malossi punya dua tipe, begitu juga Polini, masing-masing ada yang untuk street performance dan ada yang khusus racing," kata Dennil kepada Kompas.com, Selasa (20/1/2026).

"Ada tipe yang memang ditujukan untuk penggunaan harian atau daily, tapi ada juga yang benar-benar untuk balap. Jadi ini dua karakter yang berbeda,” ujar Dennil.

Baca juga: ANLOC Gelar Turing Nasional, Satukan Puluhan Livina di Jawa Tengah

Menurut Dennil, tidak ada jawaban tunggal soal mana yang paling bagus. Semuanya kembali pada kebutuhan pemilik Vespa.

Paket suku cadang performa tinggi dari MalossiOtomania/Setyo Adi Paket suku cadang performa tinggi dari Malossi

"Makanya, kalau ditanya mana yang paling enak, saya biasanya balik bertanya dulu, kebutuhannya untuk apa. Penggunaannya itu untuk harian, misalnya rumah–kantor, atau motor jarang dipakai, atau justru untuk touring. Touring jauh, misalnya Jakarta–Bali atau Jakarta–Bromo," ungkapnya.

Dari sisi performa, Dennil menjelaskan Polini memiliki karakter yang kuat untuk kecepatan tinggi.

"Kalau bicara top speed, karakternya memang Polini. Dia kuat di putaran RPM menengah sampai atas. Salah satu faktornya karena bobot roller Polini cenderung lebih berat," kata Dennil.

Baca juga: Cara Pencegahan Kebakaran Mobil Listrik

"Tapi bukan berarti Polini tidak bagus di RPM bawah. Tetap bagus, hanya memang tidak seresponsif Malossi. Sementara Malossi, kalau ingin mendapatkan performa RPM menengah sampai atas, setelannya juga harus diberatkan,” katanya.

Salah satu aksesori Polini yang dijual di Scooter VIPdok. Scooter VIP Salah satu aksesori Polini yang dijual di Scooter VIP

Selain CVT, perbedaan juga terlihat pada komponen kopling dan drum kopling yang ditawarkan masing-masing brand.

"Menurut saya, masing-masing brand punya keunggulan sendiri. Untuk kopling dan drum kopling pun, mereka punya tipe yang berbeda. Drum kopling Polini menggunakan bahan crummy coating untuk membantu meredam panas," katanya.

"Sedangkan Malossi unggul di bagian kopling. Kopling Malossi yang bernama Maxi Delta punya daya cengkeram yang sangat kuat. Selain itu, pairing kopling Malossi juga menurut saya lebih oke,” ucap Dennil.

Namun, dari sisi penyetelan, Polini dinilai membutuhkan pemahaman lebih.

Baca juga: Spesifikasi Lengkap Royal Alloy JPS 245, Versi Off Road dan On Road

Knalpot racing yang dijual oleh Scooter VIPdok. Scooter VIP Knalpot racing yang dijual oleh Scooter VIP

"Sementara Polini agak sedikit lebih rumit kalau bicara setelan, terutama kalau belum paham. Sebenarnya tidak ribet, hanya perlu pemahaman saat menyetel,” kata dia.

Meski begitu, Dennil menegaskan bahwa kedua brand tersebut aman dan mudah dipasang pada Vespa.

"Keduanya plug and play (PnP) untuk Vespa, terutama mesin 150 cc. Kalau ditanya mana yang lebih bagus, jawabannya dua-duanya bagus, karena keduanya punya reputasi yang sangat baik di Eropa," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau