Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Oplet Mester Kote Curi Perhatian di IIMS 2026

Kompas.com, 15 Februari 2026, 18:01 WIB
Gilang Satria,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah deretan mobil modern dan kendaraan listrik, sebuah angkot tua justru mencuri perhatian pengunjung Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.

Kendaraan ini bukan sekadar mobil lawas, melainkan oplet Batavia yang usianya jauh lebih tua dibanding oplet milik Si Doel dalam serial televisi.

Baca juga: Beli FIN Komodo di IIMS 2026, Diskon Rp 10 Juta

Oplet berwarna hijau tua tersebut tampil dengan papan trayek bertuliskan “Mester Kote”, ejaan lama dari Meester Cornelis yang kini dikenal sebagai Jatinegara ke Kota, alias Kota Tua.

Oplet ?Mester Kote? di IIMS 2026KOMPAS.com/Gilang Oplet ?Mester Kote? di IIMS 2026

Tulisan itu menjadi penanda kuat bahwa kendaraan ini pernah menjadi bagian dari transportasi umum Batavia tempo dulu.

"Oplet ini berasal dari tahun 1935 dan merupakan salah satu kendaraan angkutan umum paling awal yang digunakan di Batavia (sekarang Jakarta). Mobil ini sudah ada di Indonesia bahkan sebelum masa kemerdekaan dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat kota pada zamannya," tulis keterangan di dekat mobil, dikutip Minggu (15/2/2026)

"Mobil ini masih orisinal, merupakan tangan pertama, dan dilengkapi surat-surat lengkap sehingga memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dan termasuk kendaraan yang sangat langka di Indonesia," tulis keterangan.

Baca juga: Skema Cicilan Mazda CX-30, DP mulai Rp 118 Juta

Oplet ?Mester Kote? di IIMS 2026KOMPAS.com/Gilang Oplet ?Mester Kote? di IIMS 2026

Basis Mobil

Secara tampilan, oplet ini menggunakan basis mobil Inggris era 1930-an produksi Morris Motors.

Tidak disebutkan modelnya, namun diduga berasal dari keluarga Morris 8. Ciri khasnya terlihat dari desain grille tegak dengan bilah vertikal krom serta emblem kecil di bagian atas radiator, tipikal mobil sebelum Perang Dunia II.

Bagian depan mempertahankan gaya klasik. Lampu utama berbentuk bulat besar berdiri terpisah di atas dudukan besi, tidak menyatu dengan bodi seperti mobil modern.

Oplet ?Mester Kote? di IIMS 2026KOMPAS.com/Gilang Oplet ?Mester Kote? di IIMS 2026

Fender depan dibuat membulat penuh dengan finishing hitam mengilap, memperkuat nuansa pre-war styling.

Bumper depan tampil sederhana berupa batang besi lurus. Sementara kap mesin memiliki kontur melengkung halus dengan proporsi ramping, khas sedan kecil-menengah Inggris pada masanya.

Adapun yang membuatnya  berbeda dari mobil standar adalah bagian belakangnya. Oplet ini menggunakan karoseri kayu model “woody”.

Baca juga: Skema Kredit Motor Listrik Honda CUV e:, Cicilan mulai Rp 700.000

Oplet ?Mester Kote? di IIMS 2026KOMPAS.com/Gilang Oplet ?Mester Kote? di IIMS 2026

Panel kayu coklat natural terlihat di sisi samping dan area atap, lengkap dengan jendela persegi berbingkai kayu.

Bodi utama dicat hijau tua, dipadukan aksen garis putih dan biru di sisi samping. Rodanya menggunakan model wire wheel berwarna merah dengan dop tengah senada, menciptakan kontras visual yang menarik.

Jejak Transportasi Kota

Pada zamannya, kendaraan seperti ini beroperasi sebagai angkutan umum di Batavia. Oplet menjadi moda transportasi rakyat sebelum hadirnya mikrolet dan angkot modern seperti sekarang.

Baca juga: Resmi Ditutup, Ini Daftar Penghargaan IIMS 2026

Oplet ?Mester Kote? di IIMS 2026KOMPAS.com/Gilang Oplet ?Mester Kote? di IIMS 2026

Unit yang dipamerkan di IIMS 2026 ini telah direstorasi dengan sangat rapi. Cat, kayu, hingga detail eksteriornya dirawat sehingga tampak seperti kembali ke masa kejayaannya.

Keberadaan oplet “Mester Kote” ini menjadi pengingat wajah transportasi kota di Indonesia berkembang dari masa ke masa, jauh sebelum era kendaraan bermotor modern seperti saat ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau