Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Transjakarta Perkuat Keselamatan: Antisipasi Kelelahan Sopir

Kompas.com, 27 Februari 2026, 06:42 WIB
Dio Dananjaya,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Upaya meningkatkan keselamatan layanan terus diperkuat oleh PT Transjakarta.

Salah satu fokus utamanya adalah mengantisipasi kelelahan sopir atau pramudi agar risiko kecelakaan dapat ditekan sejak dini.

Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza mengatakan, kegiatan ini bertujuan mengingatkan kembali tanggung jawab, komitmen, serta kedisiplinan seluruh ekosistem Transjakarta, khususnya pramudi dalam menjaga aspek keselamatan layanan.

Baca juga: Bukan Hanya Merek India, Agrinas Deal 900 Unit Truk dengan Isuzu

Transjakarta sebagai pilihan moda transportasi publik di DKI JakartaDok SAG Transjakarta sebagai pilihan moda transportasi publik di DKI Jakarta

Menurutnya, keselamatan harus diawali dengan kejujuran, terutama terkait kondisi fisik pramudi maupun kelayakan kendaraan.

Pramudi diharapkan melaporkan setiap kondisi atau kejadian yang berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan.

"Kami berkomitmen faktor keselamatan menjadi prioritas agar mampu menyelamatkan banyak nyawa dan meminimalkan kerugian," ujar Welfizon, dalam keterangan tertulis, Kamis (26/2/2026).

Baca juga: Jaecoo J5 EV Tembus 14.000 Pesanan, 4.000 Unit Lebih Sudah Dikirim

Bagian depan bus Transjakarta bertabrakan di Koridor 13 Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026) pagi, hancur.KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA Bagian depan bus Transjakarta bertabrakan di Koridor 13 Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026) pagi, hancur.

Sebagai langkah konkret, Transjakarta meluncurkan layanan hotline khusus pramudi.

Fasilitas ini menjadi saluran komunikasi cepat saat pengemudi mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan ketika bertugas.

"Melalui layanan ini pramudi dapat segera menghubungi petugas dan menepikan kendaraan agar penumpang dapat dialihkan ke bus berikutnya," ucap Welfizon.

Baca juga: Isuzu Klarifikasi Pernyataan Agrinas soal Keterbatasan Pasokan

Seorang pramudi bus transjakarta dengan nomor PPD-0653 kedapatan asyik bermain ponsel saat mengemudikan bus dari Depok menuju BKN Cawang, Rabu (30/11/2022).Dokumentasi Pribadi Seorang pramudi bus transjakarta dengan nomor PPD-0653 kedapatan asyik bermain ponsel saat mengemudikan bus dari Depok menuju BKN Cawang, Rabu (30/11/2022).

Langkah ini tidak lepas dari evaluasi atas insiden yang pernah terjadi.

Welfizon menegaskan, kecelakaan yang melibatkan dua bus Transjakarta di Koridor 13 Jalan Layang Non Tol Cipulir menjadi pelajaran penting yang tidak boleh terulang.

Pascakejadian tersebut, seluruh pramudi yang bertugas di Koridor 13 wajib menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum beroperasi.

Jika kondisi fisik dinilai tidak memungkinkan untuk mengemudi, pramudi diminta beristirahat terlebih dahulu.

Kebijakan ini menegaskan bahwa faktor manusia menjadi perhatian utama dalam sistem keselamatan transportasi publik.

"Saya minta seluruh pramudi agar terus menjaga profesionalisme untuk memastikan layanan Transjakarta tetap aman dan nyaman bagi masyarakat," kata dia.

Dengan kombinasi pemeriksaan kesehatan, hotline pramudi, serta penegasan budaya jujur terkait kondisi fisik, Transjakarta berupaya memastikan aspek keselamatan tidak sekadar slogan, melainkan praktik nyata dalam operasional sehari-hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau