Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Motor Matik Brebet di Putaran Bawah, Ini Komponen yang Wajib Dicek

Kompas.com, 28 Februari 2026, 16:42 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Motor matik yang brebet saat gas dibuka pelan atau di putaran bawah kerap membuat pengendara tidak nyaman. Respons terasa tersendat, bahkan kadang muncul gejala seperti mau mati ketika berjalan pelan di kemacetan.

Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa menjadi tanda ada komponen yang mulai bermasalah.

Menurut Agung, teknisi Vansy Motor di Tangerang, brebet di putaran bawah umumnya berkaitan dengan suplai udara dan bahan bakar yang tidak optimal.

Baca juga: Link Daftar Mudik Gratis Pemprov Jatim 2026: Lengkap dengan Jadwal dan Kuota

“Kalau brebetnya terasa saat awal buka gas atau jalan pelan, biasanya masalah ada di throttle body kotor atau injektor mulai mampet,” kata Agung kepada Kompas.com, Sabtu (28/2/2026).

Throttle body berfungsi mengatur aliran udara yang masuk ke ruang bakar. Jika bagian ini kotor akibat penumpukan karbon dan debu, suplai udara menjadi tidak stabil. Akibatnya, campuran udara dan bahan bakar tidak ideal sehingga mesin tersendat saat akselerasi awal.

Selain itu, injektor yang mulai kotor juga bisa memengaruhi pola semprotan bensin. Semprotan yang tidak merata membuat pembakaran kurang sempurna, terutama di putaran rendah. Gejalanya berupa brebet ringan hingga terasa seperti tenaga tertahan.

“Motor injeksi sekarang sensitif. Sedikit saja aliran bahan bakar terganggu, langsung terasa di putaran bawah,” ujar Agung.

Throttle body kotorKompas.com/Erwin Setiawan Throttle body kotor

Komponen lain yang wajib dicek adalah filter udara. Filter yang terlalu kotor akan menghambat aliran udara ke mesin. Dampaknya serupa, yaitu campuran tidak seimbang dan pembakaran tidak maksimal.

Pembersihan atau penggantian filter udara secara berkala sangat disarankan, terutama bagi motor yang sering dipakai harian di jalan berdebu.

Busi juga tak kalah penting. Busi yang sudah lemah atau elektroda aus dapat menyebabkan percikan api tidak stabil. Hal ini membuat pembakaran tersendat dan memicu brebet, terutama saat mesin masih di putaran rendah.

Agung menyarankan servis berkala untuk mencegah masalah meluas. Pembersihan throttle body dan injektor bisa dilakukan sesuai interval servis, sementara busi dan filter udara dicek setiap beberapa ribu kilometer.

“Jangan tunggu sampai brebetnya parah atau motor mati mendadak. Biasanya kalau ditangani lebih awal, cukup dibersihkan tanpa perlu ganti banyak komponen,” kata Agung.

Baca juga: Hasil Kualifikasi Pebalap Indonesia di MotoGP Thailand, Veda Start P5 & Aji P9

Dengan pengecekan rutin pada throttle body, injektor, filter udara, dan busi, performa motor matik tetap responsif dan nyaman digunakan, terutama saat menghadapi kondisi lalu lintas padat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau