Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bagnaia Kesulitan Hadapi MotoGP Thailand 2026, Ini Alasannya

Kompas.com, 1 Maret 2026, 13:02 WIB
Ruly Kurniawan,
Stanly Ravel

Tim Redaksi

Sumber Crash

JAKARTA, KOMPAS.com - Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, masih mengalami awal musim yang sulit pada seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, Sabtu (28/2/2026).

Mantan Juara Dunia periode 2023 tersebut hanya mampu menempati posisi ke-13 saat kualifikasi dan finis ke-9 di sesi Sprint Race.

Hasil tersebut membuat Bagnaia meraih satu poin dan menempati posisi kesembilan klasemen sementara.

Bagnaia mengaku kesulitan memahami perubahan kondisi lintasan dibandingkan saat tes pramusim.

Baca juga: Duel Panas Marquez vs Acosta Berujung Penalti, Acosta Bela Marquez

Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, melambai kepada para penggemar dalam sesi latihan bebas MotoGP Jepang 2025 di Mobility Resort Motegi di Motegi, prefektur Tochigi pada 27 September 2025. (Foto oleh Toshifumi KITAMURA / AFP)AFP/TOSHIFUMI KITAMURA Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, melambai kepada para penggemar dalam sesi latihan bebas MotoGP Jepang 2025 di Mobility Resort Motegi di Motegi, prefektur Tochigi pada 27 September 2025. (Foto oleh Toshifumi KITAMURA / AFP)

“Sulit dijelaskan. Motornya sama, lintasannya sama, tetapi kondisinya berubah dan saya belum bisa memahaminya serta memaksimalkannya. Ini kesalahan saya,” ujar Bagnaia dikutip Crash.net, Minggu (1/3/2026).

Menurut dia, tingkat daya cengkeram lintasan lebih rendah dibandingkan saat pengujian. Situasi balapan yang tidak lagi berjalan sendirian di lintasan juga membuat perbedaan besar terhadap performanya.

Ia juga mengungkapkan para pebalap Ducati secara umum mengalami kendala saat pengereman dan masuk tikungan di Buriram.

"Dengan ban bekas, saya merasa cukup baik, tetapi saya kehilangan feeling saat melakukan lap cepat. Situasinya berbeda dibandingkan 2025 lalu, semua pebalap Ducati kesulitan saat pengereman dan ketika masuk tikungan," ujar Bagnaia.

“Perbedaannya sangat tipis antara pengereman yang tepat dan tidak bisa menghentikan motor sama sekali. Kami mengambil arah set-up saat tes yang ternyata tidak cocok dengan kondisi cuaca dan aspal di sini,” kata dia.

Meski demikian, juara dunia dua kali itu memilih tetap tenang dan fokus memperbaiki performa secara bertahap.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Bakal Gratiskan Angkutan Umum Saat Lebaran

Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, dibayangi Pedro Acosta (Red Bull KTM) dan pebalap Trackhouse MotoGP Raul Fernandez (belakang) dalam Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 28 Februari 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP)LILLIAN SUWANRUMPHA Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, dibayangi Pedro Acosta (Red Bull KTM) dan pebalap Trackhouse MotoGP Raul Fernandez (belakang) dalam Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 28 Februari 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Pada Sprint Race Thailand, kemenangan diraih pebalap Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta. Ia naik ke posisi pertama setelah duel ketat dengan Marc Marquez yang berujung kontak.

Acosta yang semula finis kedua akhirnya dinyatakan sebagai pemenang dan mengoleksi 12 poin. Marquez menempati posisi kedua dengan tambahan 9 poin, sedangkan Raul Fernandez melengkapi podium di posisi ketiga dengan 7 poin.

Lima besar Sprint Race diisi oleh Acosta, Marquez, Raul Fernandez, Ai Ogura, dan Jorge Martin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau