Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bahaya, Jangan Gelar Kasur di Mobil Saat Perjalanan Mudik

Kompas.com, 10 Maret 2026, 16:41 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Perjalanan mudik dengan mobil pribadi sering membuat sebagian keluarga mencari cara agar penumpang, terutama anak-anak, bisa beristirahat lebih nyaman selama perjalanan.

Salah satu cara yang kerap dilakukan adalah menggelar kasur angin atau kasur lipat di kabin belakang mobil.

Meski terlihat praktis, kebiasaan ini ternyata memiliki risiko keselamatan yang tidak bisa diabaikan.

Baca juga: Hyundai Umbar Diskon Harga Mobil Jelang Lebaran

Menurut Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI), Sony Susmana, kasur angin atau kasur lipat sebenarnya boleh saja dibawa di dalam mobil.

Namun penggunaannya harus disesuaikan, yakni hanya saat kendaraan sedang berhenti untuk beristirahat. Kasur jangan dipasang atau digunakan saat mobil sedang berjalan.

Pemudik ubah kabin mobil jadi kasur berjalan. Prilaku ini tidak disarankan kapanpun dilakukan, baik saat mudik ataupun tidak(FEBRI ARDANI/KOMPAS.com) Pemudik ubah kabin mobil jadi kasur berjalan. Prilaku ini tidak disarankan kapanpun dilakukan, baik saat mudik ataupun tidak

"Kasur angin atau kasur lipat boleh-boleh saja dibawa, hanya penggunaannya disesuaikan. Bisa digunakan saat rehat atau berhenti. Karena saat kendaraan berjalan semua penumpang wajib duduk di tempatnya dan menggunakan safety belt (sabuk pengaman)," kata Sony kepada Kompas.com, Selasa (10/3/2026).

Sony menjelaskan, kasur yang digelar di kabin belakang biasanya langsung digunakan penumpang untuk berbaring, terutama anak-anak.

Baca juga: Zero ODOL 2027: Teknologi Jasamarga Deteksi Truk Kelebihan Muatan

Dalam kondisi tersebut, hampir dipastikan penumpang tidak menggunakan sabuk pengaman.

Padahal, sabuk pengaman merupakan perlindungan utama bagi penumpang ketika mobil harus melakukan pengereman mendadak, bermanuver keras, atau bahkan mengalami kecelakaan.

"Kasur yang digelar memang tidak mengganggu posisi sabuk pengaman, tetapi fungsi sabuk pengaman tidak bekerja karena tidak dipakai oleh penumpang," ujar Sony.

Ia menambahkan, setiap penumpang yang tidak menggunakan sabuk pengaman berisiko terlempar jika mobil mengalami benturan atau pengereman mendadak.

Karena itu, seluruh penumpang sebaiknya tetap duduk di kursinya masing-masing dan menggunakan sabuk pengaman selama kendaraan berjalan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau