Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Asosiasi Jalan Tol Integrasikan Kamera Tol untuk Deteksi Truk ODOL

Kompas.com, 13 Maret 2026, 10:42 WIB
Dio Dananjaya,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

BEKASI, KOMPAS.com – Upaya menertibkan truk bermuatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) di jalan tol mulai diperkuat dengan pemanfaatan teknologi pemantauan berbasis kamera dan kecerdasan buatan.

Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang tergabung dalam Asosiasi Jalan Tol Indonesia kini mulai mengintegrasikan sistem kamera pengawas dari berbagai ruas tol untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas, termasuk terhadap truk ODOL.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia, Kris Ade Sudiyono, mengatakan bahwa ruas jalan tol di Indonesia tidak hanya dikelola oleh satu operator saja.

Selain PT Jasa Marga (Persero) Tbk, terdapat sejumlah BUJT lain yang juga mengoperasikan berbagai ruas tol.

Baca juga: Kawasaki KLE 500 dan KLE 500 SE: Spesifikasi dan Harga Resmi

Penindakan truk ODOLKEMENHUB Penindakan truk ODOL

Selain PT Jasa Marga (Persero) Tbk, terdapat sejumlah BUJT lain yang juga mengoperasikan berbagai ruas tol.

Meski berbeda pengelola, sistem pengawasan lalu lintas di beberapa ruas tol kini mulai terhubung dalam satu sistem monitoring.

“Nah, itu memang ruas-ruasnya dimiliki bukan cuma Jasa Marga. Ada beberapa badan usaha jalan tol lain di luar Jasa Marga,” ujar Kris Ade, kepada Kompas.com (9/3/2026).

“Tapi untuk keperluan monitoring traffic event Lebaran, semua surveillance system di ruas-ruas non-Jasa Marga pun terintegrasi ke sini,” kata dia.

Baca juga: Tanpa Uang Muka, Berlangganan Mobil Hyundai Mulai Rp16 Juta

Ilustrasi penindakan truk ODOLDok. Humas Polri Ilustrasi penindakan truk ODOL

Ia mencontohkan sejumlah ruas tol yang dikelola operator lain namun kameranya sudah terhubung dengan pusat pemantauan.

“Contoh Tol Cikopo–Palimanan. Itu milik Astra Infra. Lalu ruas Palikanci–Pejagan dan Pejagan–Pemalang itu milik Waskita Toll Road. Kameranya juga sudah terintegrasi ke sini (Jasa Marga),” katanya.

Menurut Kris, integrasi sistem pengawasan tersebut saat ini memang masih difokuskan untuk mendukung pemantauan lalu lintas pada momen besar seperti arus mudik dan balik Lebaran.

Baca juga: Jetour Ungkap Respons Konsumen Usai Insiden T2 Terbakar

Ilustrasi truk pengangkut galonTangkapan layar Ilustrasi truk pengangkut galon

Namun, langkah ini juga menjadi fondasi penting untuk pengawasan lalu lintas yang lebih luas di masa depan.

Salah satu fungsi yang tengah dikembangkan adalah pemantauan terhadap kendaraan ODOL. Pemerintah sendiri menargetkan penerapan kebijakan Zero ODOL atau bebas kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih mulai berlaku efektif pada awal 2027.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah mengembangkan sistem pemantauan truk ODOL melalui kamera pengawas di pusat kendali jalan tol atau Tollroad Command Center.

Baca juga: GAC Indonesia Siap Luncurkan MPV dan SUV Baru, Pesaing Alphard Hadir?

Uji coba penimbangan truk dengan perangkat Weigh In Motion di Jembatan Timbang Kulwaru, Kulon Progo, Rabu (26/1/2022)KOMPAS.com/ADIKA FARIS Uji coba penimbangan truk dengan perangkat Weigh In Motion di Jembatan Timbang Kulwaru, Kulon Progo, Rabu (26/1/2022)

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono, menjelaskan bahwa kamera yang digunakan tidak hanya berfungsi sebagai pengawas visual, tetapi juga dilengkapi teknologi kecerdasan buatan.

“Ini tidak hanya sekadar kamera CCTV yang dapat melihat, tapi AI-nya juga sudah berjalan sehingga bisa untuk penindakan truk ODOL,” kata Rivan.

Teknologi tersebut juga dilengkapi sistem radar yang mampu membaca informasi kendaraan secara lebih detail. Data yang ditampilkan di layar pemantauan mencakup dimensi kendaraan, berat muatan, hingga nomor pelat kendaraan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau