Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kecelakaan Beruntun di Tol Pemalang–Batang: Sopir Bus Hilang Kendali

Kompas.com, 16 Maret 2026, 14:06 WIB
Aprida Mega Nanda,
Aditya Maulana

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Terjadi kecelakaan beruntun di ruas Tol Pemalang-Batang, tepatnya di KM 361+600 jalur A, Batang, Jawa Tengah, Minggu (15/3/2026).

Insiden yang viral di media sosial tersebut melibatkan bus PO Haryanto dan lima mobil, yakni Wuling Alvez, dua Toyota Innova, Suzuki XL7, dan Chery J6.

Diketahui kecelakaan bermula saat bus PO Haryanto melaju dari arah barat menuju timur melalui lajur kiri jalan tol. Sopir bus disebutkan tidak dapat mengendalikan kendaraan hingga kemudian menabrak sejumlah kendaraan di depannya.

Baca juga: Bus PO Haryanto Kecelakaan Beruntun di Tol Batang, 5 Mobil Ringsek

"Kronologi bermula saat bus Hino dengan nomor polisi S 7428 UN berjalan dari arah barat ke timur, di lajur kiri, melewati jalan lurus, datar, terbuat dari beton baik, cuaca cerah, arus lalu lintas sedang, sore hari. Sesampainya di TKP tidak dapat menguasai laju kendaraan kemudian menabrak Wuling Alvez," ucap Kasatlantas Polres Batang AKP Eka Hendra Ardiansyah, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (16/3/2026).

Baca juga: Langgar Aturan Mudik, Truk Sumbu Tiga Picu Antrean Kendaraan

Bus kemudian kembali menabrak mobil lain, yakni Toyota Innova bernomor polis F 1434 QJ, Toyota Innova B 2387 EGX, Suzuki XL7 dengan nomor polisi S 1599 CF serta Chery J6 yang berada di depannya.

Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka berat. Namun, satu orang mengalami luka ringan dan sejumlah kendaraan tersebut mengalami kerusakan.

Menanggapi kejadian tersebut, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menilai ada kemungkinan pengemudi bus mengalami kelelahan saat berkendara.

Tol Pemalang-BatangDok. PT Pemalang Batang Toll Road Tol Pemalang-Batang

Menurut Sony, kondisi tersebut dapat membuat pengemudi kehilangan konsentrasi sehingga tidak menyadari adanya hambatan di depan kendaraan.

“Ada kemungkinan yang bersangkutan (sopir bus) mengalami keletihan sehingga mengemudinya sambil tidur, karena tidak ada bekas rem mendadak,” ujar Sony, kepada Kompas.com, Senin (16/3/2026).

Ia menambahkan, karakter jalan tol yang cenderung lurus dan monoton juga bisa memengaruhi fokus pengemudi, terlebih saat kondisi cuaca panas.

Baca juga: Sering Terjadi Saat Mudik, Ini Risiko Berhenti di Bahu Jalan Tol

“Suasana monoton jalan tol yang terik dan lurus menambah pengemudi menjadi hilang fokus, ketika ada hambatan di depannya, pengemudi bus tidak dapat membaca rambu-rambu bahaya,” kata Sony.

Untuk itu, diingatkan kepada para pengemudi, terutama yang menempuh perjalanan jarak jauh di jalan tol, untuk memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum berkendara. Jika mulai merasa lelah atau mengantuk, pengemudi disarankan segera beristirahat di rest area agar perjalanan tetap aman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau