Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nyerah Lawan China, Sony-Honda Hentikan Proyek Mobil Listrik Afeela

Kompas.com, 26 Maret 2026, 14:01 WIB
Gilang Satria,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

Sumber Reuters

JAKARTA, KOMPAS.com - Sony Honda Mobility memutuskan menghentikan pengembangan mobil listrik Afeela, setelah Honda mengubah arah strateginya di segmen kendaraan listrik alias EV.

Perusahaan patungan antara Sony dan Honda itu menilai proyek Afeela tidak lagi layak dilanjutkan, seiring keputusan Honda memangkas rencana pengembangan EV.

Baca juga: Perusahaan Pembiayaan Ini Kembali Dukung HRC di MotoGP 2026

Kondisi pasar global juga turut memengaruhi. Di Amerika Serikat, dukungan terhadap kendaraan listrik dikurangi, sementara permintaan di Eropa tidak sekuat yang diperkirakan.

Sosok sedan listrik Afeela 1, hasil. kolaborasi antara Honda dan Sony.SHM-Afeela.com Sosok sedan listrik Afeela 1, hasil. kolaborasi antara Honda dan Sony.

Dilansir dari Reuters, bagi Sony, penghentian proyek Afeela menambah daftar perusahaan teknologi yang mundur dari bisnis kendaraan listrik.

Sebelumnya, Apple juga telah menghentikan proyek mobil listriknya yang dikembangkan selama satu dekade.

Adapun di sisi lain, Xiaomi justru meluncurkan sedan listrik SU7 setelah lama fokus pada perangkat elektronik konsumen.

Baca juga: Ducati Respons Rumor Gresini, Siap Lakukan Apapun Agar Bertahan

Hal ini sekaligus menunjukkan sulitnya pemain baru menembus pasar yang saat ini didominasi Tesla dan produsen asal China.

Afeela 1, mobil listrik buatan Sony Honda Mobility (SHM)Dok. SHM Afeela 1, mobil listrik buatan Sony Honda Mobility (SHM)

Tak Punya Jalur

Sony Honda Mobility menyatakan keputusan Honda membuat perusahaan patungan tersebut tidak lagi memiliki jalur yang jelas untuk membawa Afeela ke pasar.

Pasalnya, proyek tersebut sejak awal mengandalkan teknologi dan aset dari Honda, yang kini tidak lagi tersedia sesuai rencana awal.

Sony Honda Mobility dibentuk untuk menggabungkan keunggulan manufaktur Honda dengan kemampuan perangkat lunak dan gim milik Sony, guna bersaing di pasar kendaraan listrik global.

Baca juga: AC Mobil Ternyata TakTerlalu Pengaruhi Konsumsi BBM, Ini Penjelasannya

Afeela, merek baru mobil listrik hasil buatan Honda dan SonyDok. Carscoops.com Afeela, merek baru mobil listrik hasil buatan Honda dan Sony

Sony Honda Mobility memastikan akan mengembalikan dana secara penuh kepada konsumen di California yang telah melakukan pemesanan Afeela 1.

Adapun Afeela 1 merupakan model pertama yang direncanakan, dengan harga mulai dari 89.900 dollar AS atau setara Rp 1,42 miliar. Sebelumnya, pengiriman unit dijadwalkan mulai akhir tahun ini.

Selain itu, model kedua berbasis prototipe terbaru sempat ditargetkan meluncur paling cepat pada 2028.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau