Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banyak Kendaraan Berhenti di Bahu Jalan, Penyebab Macet Parah di Tol Cipali

Kompas.com, 27 Maret 2026, 16:12 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kemacetan panjang yang terjadi di Tol Cipali pada Kamis (26/3/2026) malam bukan semata disebabkan lonjakan volume kendaraan.

Faktor perilaku pengemudi di lapangan justru menjadi pemicu utama perlambatan arus.

Berdasarkan keterangan pengelola jalan tol, banyak kendaraan terpantau berhenti di bahu jalan, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas di jalur utama.

Baca juga: CVT atau AT Konvensional, Mana Transmisi Matik yang Sesuai Kebutuhan?

Ardam Rafif Trisilo, Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, mengatakan kondisi tersebut dipicu oleh dua hal utama, yakni gangguan kendaraan dan kelelahan pengemudi.

“Mengenai kondisi lalu lintas di Ruas Tol Cipali tadi malam, kami mengidentifikasi bahwa penyebab utama perlambatan adalah meningkatnya jumlah kendaraan yang berhenti di bahu jalan,” ujar Ardam kepada Kompas.com, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah kendaraan mengalami kendala mesin setelah menempuh perjalanan jauh dari arah Timur menuju Jakarta.

Sejumlah kendaraan pemudik dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta terjebak kepadatan dan mengantre panjang di KM 188 bekas gerbang Palimanan tol Cipali Kabupaten Cirebon Jawa Barat pada Jumat (27/3/2026) siang.Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHON Sejumlah kendaraan pemudik dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta terjebak kepadatan dan mengantre panjang di KM 188 bekas gerbang Palimanan tol Cipali Kabupaten Cirebon Jawa Barat pada Jumat (27/3/2026) siang.

Selain itu, faktor kelelahan fisik juga membuat banyak pengemudi memilih berhenti mendadak untuk beristirahat, baik di bahu jalan maupun saat hendak masuk rest area.

Akibatnya, arus lalu lintas tersendat dan kepadatan tak terhindarkan, terutama di titik-titik dengan aktivitas berhenti yang tinggi.

Baca juga: Awas Macet, Arus Balik Jawa–Bali Diprediksi Memuncak 28–29 Maret

Di sisi lain, lonjakan volume kendaraan juga memperparah kondisi, dengan jumlah kendaraan menuju Jakarta mencapai sekitar 2.800 unit per jam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau