Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Telat Ganti Oli Transmisi Bisa Bikin Mobil Matik Kurang Responsif

Kompas.com, 29 Maret 2026, 11:41 WIB
Selma Aulia,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Oli transmisi pada mobil matik memiliki peran penting dalam menjaga kinerja sistem perpindahan gigi tetap halus dan responsif.

Namun, seiring pemakaian, kualitas oli bisa menurun dan memicu berbagai masalah jika tidak segera diganti sesuai interval.

Apalagi bila dibiarkan, oli transmisi yang kotor dan menurun kualitasnya dapat mempercepat keausan komponen di dalam sistem transmisi.

Baca juga: Toyota Ubah Hilux Rangga Jadi Lebih Agresif, Mirip G63 Brabus

Hal ini tentu berisiko menimbulkan kerusakan yang lebih serius dan membutuhkan biaya perbaikan tidak sedikit.

Iwan, pemilik bengkel mobil Iwan Motor, Solo, mengatakan bahwa mobil matik memiliki sistem transmisi yang cukup sensitif terhadap kondisi oli.

Ilustrasi ganti oli transmisiSlashgear.com Ilustrasi ganti oli transmisi

Menurut dia, jika oli transmisi sudah melewati masa pakai dan tidak segera diganti, biasanya akan muncul sejumlah gejala yang bisa langsung dirasakan oleh pengemudi.

“Mobil matik kalau sudah waktunya ganti oli transmisi memang bisa timbul gejala seperti tarikan terasa berat, tidak halus, kadang menyentak, dan bahkan bisa selip. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor,” ujar Iwan kepada Kompas.com, belum lama ini.

Ia menjelaskan, faktor pertama adalah kualitas oli transmisi yang sudah menurun. Viskositas oli berkurang sehingga kemampuan pelumasan tidak maksimal dan gesekan antar komponen meningkat.

Baca juga: Jadwal MotoGP Amerika 2026, Balapan Digelar Besok Dini Hari

Kedua, oli yang sudah lama tidak diganti biasanya dalam kondisi kotor. Kandungan oli bercampur serpihan logam halus atau debu kampas kopling, sehingga memengaruhi kinerja sistem transmisi.

“Kandungan oli yang kotor bercampur serpihan logam halus atau debu kampas kopling matik bisa mengganggu tekanan hidrolik,” kata Iwan.

Faktor ketiga adalah terganggunya sirkulasi oli. Jika terlambat diganti, aliran oli menjadi tidak lancar sehingga proses perpindahan gigi terasa lebih lambat.

Oleh karena itu, untuk menghindari kerusakan, pemilik mobil matik disarankan mengganti oli transmisi sesuai interval yang dianjurkan pabrikan.

Langkah ini penting untuk menjaga performa tetap optimal sekaligus mencegah kerusakan komponen yang lebih serius dan berbiaya mahal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau