Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Mencuci Mobil yang Benar Setelah Dipakai Mudik

Kompas.com, 29 Maret 2026, 14:01 WIB
Erwin Setiawan,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mencuci mobil setelah dipakai mudik sangat penting untuk menjaga kondisi kendaraan tetap bersih dan terawat. Perjalanan jauh biasanya meninggalkan banyak kotoran yang menempel.

Kotoran tersebut bisa berupa debu, lumpur, sisa aspal, hingga kotoran organik yang jika dibiarkan dapat merusak cat mobil. Karena itu, pencucian harus dilakukan dengan benar.

Ari Wijaya, pemilik bengkel auto detailing & protection, King Protection Yogyakarta mengatakan meski terkesan sederhana, mencuci mobil tak boleh asal agar hasil maksimal.

Baca juga: Pentingnya Cuci Mobil Usai Menerobos Hujan


“Jangan sampai cat mobil kusam hanya karena salah cara mencuci mobil, tentu hal tersebut di luar dari harapan, perhatikan langkah-langkahnya dengan baik,” ucap Ari kepada KOMPAS.com, Minggu (29/3/2026).

Langkah pertama adalah membilas mobil dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran kasar. Tahap ini penting agar tidak menimbulkan goresan saat proses mencuci.

“Sebaiknya mulai dari bagian roda. Roda merupakan bagian paling kotor karena terkena debu rem, lumpur, dan kotoran jalan, partikel ini sangat jahat terhadap permukaan cat mobil,” ucap Ari.

Baca juga: Indikator Suhu Mesin Sempat Menyala saat Perjalanan Mudik

ILustrasi mencuci mobil.kompas.com ILustrasi mencuci mobil.

Membersihkan roda dan area kolong lebih dulu mencegah kotoran menyebar ke bagian bodi mobil. Gunakan sikat khusus agar hasil lebih maksimal.

“Untuk bodi mobil, disarankan menggunakan alat cuci berbeda seperti ember, lap yang digunakan jangan yang bekas membersihkan roda,” ucap Ari.

Metode ini efektif mencegah kotoran kembali menempel ke permukaan cat dan mengurangi risiko goresan halus.

Gunakan sabun khusus mobil, bukan deterjen rumah tangga. Sabun khusus dirancang aman untuk cat dan tidak merusak lapisan pelindung.

Baca juga: Perlukah Servis Mobil Setelah Dipakai Mudik? Ini Kata Ahli

Day Night Garage, cafe berkedok tempat cuci mobil di PIK 2Dok. Day Night Garage Day Night Garage, cafe berkedok tempat cuci mobil di PIK 2

Proses mencuci bodi sebaiknya dilakukan dari bagian atas ke bawah. Bagian bawah biasanya paling kotor sehingga dikerjakan terakhir.

Gunakan lap atau sarung tangan berbahan microfiber karena lebih lembut dan aman bagi permukaan cat mobil.

“Setelah selesai mencuci, bilas hingga bersih lalu keringkan dengan lap khusus agar tidak muncul bercak air atau water spot,” ucap Ari.

Selain itu, perhatikan juga bagian kolong dan sela-sela mobil. Membersihkan area ini penting untuk mencegah karat. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau