Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waspada! Kenali Gejala Kerusakan Kaki-kaki Mobil Agar Tidak Rugi Besar

Kompas.com, 30 Maret 2026, 10:42 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak pemilik mobil baru menyadari adanya masalah pada kaki-kaki kendaraan ketika kondisinya sudah parah dan mengganggu kenyamanan berkendara.

Sebenarnya, ada sejumlah gejala awal yang sebenarnya cukup mudah dikenali, namun kerap diabaikan karena dianggap sepele.

Baca juga: Hasil Klasemen Pebalap Usai MotoGP Amerika, Bezzecchi Kokoh di Atas

Menurut Denis, pemilik Garasi Oase, tanda awal kerusakan kaki-kaki biasanya justru paling dirasakan langsung oleh pengemudi saat menggunakan mobil sehari-hari.

“Pemilik mobil itu biasanya yang paling peka. Kalau setir mulai terasa tidak lurus atau posisi tidak center, itu sudah jadi indikasi awal ada masalah di bagian suspensi,” kata Denis kepada Kompas.com, Sabtu (28/3/2026).

Gejala lain yang juga sering muncul adalah perubahan pada karakter bantingan.

Ilustrasi perbaikan kaki-kaki mobil.KOMPAS.com/ Selma Aulia Ilustrasi perbaikan kaki-kaki mobil.

Mobil yang sebelumnya terasa nyaman bisa menjadi lebih keras saat melewati jalan tidak rata, atau justru terasa limbung ketika bermanuver.

“Kalau bantingan terasa keras atau mobil jadi limbung, itu biasanya berkaitan dengan kondisi sokbreker yang sudah mulai lemah atau tidak optimal,” ujar Denis.

Selain itu, pengemudi juga bisa merasakan mobil seperti tidak stabil, terutama saat melaju di kecepatan menengah hingga tinggi.

Baca juga: Hasil MotoGP Amerika 2026, Dominasi Aprilia, Bezzecchi & Martin Juara

Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa komponen kaki-kaki yang mulai haus, seperti bushing, tie rod, atau ball joint.

Menurut Denis, penting untuk tidak menunda pemeriksaan jika gejala-gejala tersebut mulai terasa.

Sebab, kerusakan kecil pada kaki-kaki bisa merembet ke komponen lain dan berujung pada biaya perbaikan yang lebih besar.

“Jangan tunggu sampai bunyi atau rusaknya parah. Begitu ada gejala aneh di setir atau kenyamanan berubah, sebaiknya langsung dicek supaya tidak merusak komponen lain,” kata Denis.

Sebagai langkah pencegahan, pemilik mobil disarankan rutin melakukan pengecekan kaki-kaki, terutama setelah melewati jalan rusak atau perjalanan jauh.

Dengan deteksi dini, kerusakan bisa ditangani lebih cepat dan kenyamanan berkendara tetap terjaga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau