Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Lupa Cuci Kolong Mobil Setelah Dipakai Mudik Lebaran

Kompas.com, 29 Maret 2026, 15:41 WIB
Erwin Setiawan,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Cuci kolong mobil setelah perjalanan jauh merupakan bagian penting dari perawatan kendaraan yang sering diabaikan. Padahal, bagian ini paling rentan terkena kotoran.

Selama perjalanan mudik, kolong mobil sering terpapar lumpur, air, pasir, dan kotoran jalan lainnya yang menempel di berbagai komponen.

Jika tidak segera dibersihkan, kotoran tersebut dapat menumpuk dan memicu munculnya karat pada rangka serta bagian logam lainnya.

Baca juga: Tips Mencuci Mobil yang Benar Setelah Dipakai Mudik


Ari Wijaya, pemilik bengkel auto detailing & protection, King Protection Yogyakarta mengatakan bagian kolong mobil penting untuk dibersihkan.

“Selama perjalanan jauh biasanya banyak kotoran yang menempel di kolong mobil, dan berpotensi memicu karat jika tidak segera dibersihkan,” ucap Ari kepada KOMPAS.com, Minggu (29/3/2026).

Karat yang dibiarkan dapat merusak struktur kendaraan dan menurunkan kekuatan komponen dalam jangka panjang.

Baca juga: Tips Aman Cuci Ruang Mesin Mobil Setelah Dipakai Perjalanan Mudik

Kendaraan para pemudik melintasi jalan area persawahan di Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman setelah mengikuti google map menuju GT Purwomartani. Mereka mengikuti google map untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas di Jalan Yogya-Solo.KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA Kendaraan para pemudik melintasi jalan area persawahan di Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman setelah mengikuti google map menuju GT Purwomartani. Mereka mengikuti google map untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas di Jalan Yogya-Solo.

Selain itu, lumpur yang mengering dapat mengganggu kinerja komponen kaki-kaki seperti suspensi, bushing, dan per.

Kondisi ini bisa membuat kenyamanan berkendara menurun, bahkan menimbulkan bunyi tidak wajar saat mobil berjalan.

Muchlis, pemilik bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan cuci kolong mobil sangat disarankan setelah dipakai mudik.

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau Tidak Sedap di Kabin Mobil Usai Mudik

Kondisi wisata pantai padang H+2 lebaran terlihat sejumlah kendaraan dengan pelat nomor luar sumbar parkir di sepanjang kawasan wisata, Senin (23/3/2026).Rahmat Panji (Kompas.com) Kondisi wisata pantai padang H+2 lebaran terlihat sejumlah kendaraan dengan pelat nomor luar sumbar parkir di sepanjang kawasan wisata, Senin (23/3/2026).

“Perjalanan jauh, lewat hujan, jalan berlumpur, atau mungkin dipakai berlibur ke pantai, dapat menyisakan kotoran yang bisa memicu korosi,’ ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Minggu (29/3/2026).

Membersihkan kolong mobil juga membantu menghilangkan bau tidak sedap yang berasal dari sisa kotoran organik.

Kolong yang bersih memudahkan pemilik kendaraan untuk mendeteksi kebocoran oli atau kerusakan komponen lainnya.

Baca juga: Indikator Suhu Mesin Sempat Menyala saat Perjalanan Mudik

“Dalam proses pencucian, sebaiknya menggunakan tekanan air yang cukup untuk mengangkat kotoran, tetapi tidak terlalu kuat,” ucap Muchlis.

Semprotan air bertekanan tinggi yang berlebihan dapat merusak karet pelindung, seal, atau bagian sensitif lainnya.

“Sebaiknya hindari semprotan air langsung ke area soket-soket bawah kendaraan, dan pastikan dikeringkan setelah cuci kolong mobil dengan angin kompresor agar tak memicu karat,” ucap Muchlis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau