Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Kei Car Pertama Subaru

Kompas.com, 29 Maret 2026, 15:01 WIB
Gilang Satria,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

Sumber Subaru

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Jauh sebelum dikenal sebagai merek Jepang yang identik dengan mesin boxer dan sistem penggerak semua roda (AWD), Subaru memulai kiprahnya lewat mobil berukuran kecil.

Mobil pertama yang diproduksi adalah Subaru 1500 atau P1, yang dibuat oleh Fuji Heavy Industries pada 1954.

Baca juga: Tips Mencuci Mobil yang Benar Setelah Dipakai Mudik

Dilansir dari dubizzle, produksi Subaru 1500 ini sangat terbatas, hanya sekitar 20 unit. Model ini menjadi tonggak awal perjalanan Subaru di industri otomotif.

 

Subaru 360Foto: eBay Subaru 360

Meski demikian, mobil penumpang kecil massal alias kei car pertama yang lebih dikenal luas adalah Subaru 360 yang meluncur pada 1958.

Model ini diperkenalkan sebagai mobil ekonomis yang murah, namun tetap memiliki karakter unik, bahkan mendapat julukan “Cheap and Ugly”.

Subaru 360 juga sempat dipasarkan di Amerika Serikat pada akhir 1960-an. Pada 1968, tahun pertamanya dijual di sana, mobil ini dibanderol 1.297 dollar AS atau sekitar Rp 20,1 juta pakai kurs saat ini.

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau Tidak Sedap di Kabin Mobil Usai Mudik

Saat itu harganya sekitar 300 dollar AS lebih murah dibanding Volkswagen Beetle yang memiliki tampilan serupa, serta bobotnya lebih ringan hingga sekitar 1.000 pon.

Subaru 360Foto: Subaru Subaru 360
 

Namun, penjualannya di AS tidak terlalu berhasil. Subaru menilai mobil tersebut terlalu kecil dan kurang bertenaga untuk memenuhi selera konsumen setempat.

Sebagai gantinya, Subaru menghadirkan model yang lebih besar dan lapang, yakni Subaru FF-1 Star pada 1970. Model ini sudah menggunakan mesin flat-four dan menjadi awal dari konfigurasi mekanis khas Subaru hingga sekarang.

Berbeda dengan di AS, Subaru 360 justru diterima baik di Jepang. Saat itu, pasar domestik memiliki permintaan tinggi terhadap mobil kecil atau kei car yang terjangkau dan efisien.

Baca juga: 5 Langkah Bersihkan Kabin Mobil Setelah Dipakai Mudik

Dari sisi dimensi, Subaru 360 memiliki panjang sekitar 117 inci dengan bobot sekitar 900 pon. Mobil ini dibekali mesin dua silinder 356 cc berpendingin udara dengan tenaga sekitar 25 Tk.

 

Subaru 360Foto: Marion Subaru Subaru 360

Dengan desain sederhana dan harga terjangkau, mobil ini membantu satu generasi masyarakat Jepang beralih dari sepeda atau sepeda motor ke mobil. Tak heran jika Subaru 360 kemudian dianggap sebagai bagian dari warisan penting Jepang.

Baca juga: 3 Pebalap Indonesia di MotoGP Amerika: Veda Start P4, Mario Aji P19, Dimas Ekky P7

Pengakuan tersebut diperkuat ketika Japan Society of Mechanical Engineers menetapkan Subaru 360 sebagai “mechanical engineering heritage item”.

Status ini menandakan bahwa model tersebut merupakan bagian dari warisan budaya Jepang yang perlu dilestarikan untuk generasi mendatang.

Subaru 360 menjadi model pertama Subaru sekaligus mobil kedua secara keseluruhan yang menerima penghargaan bergengsi tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau