Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Aman Cuci Ruang Mesin Mobil Setelah Dipakai Perjalanan Mudik

Kompas.com, 29 Maret 2026, 13:21 WIB
Erwin Setiawan,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Setelah mobil digunakan perjalanan jauh seperti mudik, kondisi ruang mesin cenderung kotor karena mobil dipakai melalui berbagai medan dan cuaca.

Ruang mesin bisa saja dipenuhi oleh debu atau lumpur, sisa cipratan dari roda yang berputar sangat cepat dari kolong mobil.

Hanya saja, mencuci ruang mesin tak boleh dilakukan sembarangan dan harus teliti. Pasalnya, di area mesin terdapat komponen yang sensitif terhadap air.

Baca juga: Tanda Oli Mesin Mobil Sudah Minta Diganti


Ari Wijaya, pemilik bengkel auto detailing & protection, King Protection Yogyakarta mengatakan mencuci mesin mobil sebenarnya boleh dilakukan dan bahkan dianjurkan, selama dilakukan dengan cara yang benar dan hati-hati. 

“Perawatan ini sering diabaikan, padahal memiliki manfaat penting bagi kendaraan. Salah satu manfaat utama mencuci mesin adalah menjaga kebersihan dari kotoran, debu, dan sisa oli yang menempel,” ucap Ari kepada KOMPAS.com, Minggu (29/3/2026).

Kebersihan akan membawa kebaikan dari segi estetika, selain itu secara teknis dapat mempermudah konsumen dalam melindungi komponen dari kerusakan.

Baca juga: Indikator Suhu Mesin Sempat Menyala saat Perjalanan Mudik

Mesin Subaru ForesterKOMPAS.com/Ruly Kurniawan Mesin Subaru Forester

Dengan ruang mesin yang bersih, pemilik mobil lebih mudah mendeteksi kebocoran oli, coolant, atau cairan lain sejak dini, sebelum menjadi masalah besar.

Selain itu, kotoran yang menumpuk bisa mempercepat keausan komponen tertentu, terutama pada bagian karet dan selang. Membersihkannya membantu memperpanjang umur pakai.

“Setelah mobil dipakai mudik, ruang mesin sebaiknya dibersihkan dengan fokus membersihkan tanpa mencucinya dengan berlebihan,” ucap Ari.

Baca juga: Mesin Hybrid Toyota Bisa Dinyalakan Manual, Begini Caranya

ILustrasi mencuci mobil.kompas.com ILustrasi mencuci mobil.

Pembersihan ruang mesin sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan, karena terdapat komponen kelistrikan dan sensor yang cukup sensitif terhadap air bertekanan tinggi.

Disarankan untuk tidak langsung menyemprotkan air ke bagian seperti soket kelistrikan, alternator, ECU, serta area terbuka lainnya. 

“Pembersihan cukup dilakukan secara hati-hati menggunakan lap basah atau metode khusus yang lebih aman,” ucap Ari.

Baca juga: Mesin Hybrid Toyota Bisa Dinyalakan Manual, Begini Caranya

Day Night Garage, cafe berkedok tempat cuci mobil di PIK 2Dok. Day Night Garage Day Night Garage, cafe berkedok tempat cuci mobil di PIK 2

Penggunaan air bertekanan tinggi sebaiknya dihindari karena dapat memaksa air masuk ke celah kecil dan merusak sensor atau konektor.

Gunakan cairan pembersih khusus mesin agar kotoran seperti oli dan grease mudah dibersihkan tanpa merusak komponen.

Setelah selesai, mesin harus dikeringkan dengan baik dan dinyalakan beberapa saat agar sisa air menguap dan sistem kembali normal.

Baca juga: Waspada: Tidur di Mobil dengan Mesin Hidup Bisa Berakibat Fatal!

“Ruang mesin yang bersih juga berdampak pada harga jual kendaraan, maka dari itu sebaiknya tidak diabaikan dan dibersihkan segera setelah dipakai perjalanan jauh,” ucap Ari.

Kesimpulannya, mencuci mesin mobil memberikan banyak manfaat jika dilakukan dengan benar. Kebersihan mesin tidak hanya meningkatkan estetikae tetapi juga membantu menjaga performa dan keawetan kendaraan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau