Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meski Tanpa Gejala, Kaki-Kaki Mobil Perlu Dicek Setelah Dipakai Mudik

Kompas.com, 27 Maret 2026, 19:12 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Perjalanan jauh saat mudik dan arus balik kerap membuat pemilik mobil lebih fokus pada kondisi mesin dan konsumsi bahan bakar. Padahal, ada satu komponen yang bekerja ekstra namun sering luput dari perhatian, yakni kaki-kaki mobil.

Menariknya, banyak pengemudi merasa mobilnya masih baik-baik saja karena tidak muncul gejala, sehingga pemeriksaan pun kerap diabaikan.

Denis, pemilik Garasi Oase, mengatakan bahwa pengecekan kaki-kaki mobil tetap penting dilakukan meskipun kendaraan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Baca juga: One Way Berlaku, Pengendara Arah ke Bandung Keluar di KM 72

“Cukup penting untuk mobil yang usianya sudah lebih dari 3 tahun atau di atas 30 ribu kilometer. Meskipun tidak ada gejala, bukan tidak mungkin mulai ada tanda-tanda kerusakan atau kebocoran grease pada area kaki-kaki,” ujar Denis kepada Kompas.com, Kamis (26/3/2026).

Ia menjelaskan, perjalanan jarak jauh dengan berbagai kondisi jalan, mulai dari mulus hingga rusak, dapat mempercepat keausan komponen seperti ball joint, tie rod, bushing arm, hingga shock absorber atau peredam kejut. Bahkan, kerusakan kecil sering kali tidak langsung terasa saat berkendara.

Menurut Denis, kebocoran grease pada komponen tertentu juga bisa menjadi awal dari kerusakan yang lebih serius jika tidak segera ditangani. Grease yang berfungsi sebagai pelumas akan melindungi komponen dari gesekan berlebih. Jika bocor atau mengering, maka komponen bisa aus lebih cepat.

Ilustrasi perbaikan kaki-kaki mobil.KOMPAS.com/ Selma Aulia Ilustrasi perbaikan kaki-kaki mobil.

Selain itu, beban berlebih selama mudik, seperti penumpang penuh dan barang bawaan, juga berkontribusi terhadap kerja ekstra kaki-kaki mobil. Kondisi ini dapat mempercepat penurunan performa, meskipun belum terasa dalam waktu dekat.

“Biasanya gejala baru terasa setelah kerusakan mulai parah, seperti muncul bunyi, getaran, atau setir terasa tidak stabil. Nah, kalau sudah begitu, biaya perbaikannya bisa lebih besar,” kata Denis.

Karena itu, ia menyarankan pemilik mobil untuk melakukan inspeksi ringan setelah arus balik, terutama jika kendaraan sudah masuk kategori usia pakai tertentu. Pemeriksaan bisa meliputi kondisi karet-karet, kelonggaran komponen, hingga memastikan tidak ada kebocoran pelumas.

Baca juga: Arus Balik Lebaran, Transjakarta Tambah Armada dan Jam Operasional

Langkah pencegahan ini dianggap lebih efektif dibanding menunggu gejala muncul. Selain menjaga kenyamanan berkendara, kondisi kaki-kaki yang prima juga berperan penting dalam keselamatan, terutama saat mobil digunakan kembali untuk aktivitas harian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau