Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

DPRD Kaltim Tak Dilibatkan Pergantian Dirut Bank Kaltimtara, Soroti Transparansi dan Posisi Kosong Direksi

Kompas.com, 30 Maret 2026, 17:00 WIB
Pandawa Borniat,
Ihsanuddin

Tim Redaksi

SAMARINDA, KOMPAS.com – Pergantian Direktur Utama Bank Kaltimtara di tengah masa jabatan memunculkan tanda tanya, terutama terkait keterbukaan proses dan alasan di balik keputusan tersebut.

DPRD Kalimantan Timur mengaku tidak dilibatkan, bahkan tidak menerima informasi awal mengenai rencana pergantian direksi tersebut.

DPRD Mengaku Tak Dilibatkan

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menyatakan lembaganya berada di luar proses pengambilan keputusan.

“Kita memang tidak dilibatkan, karena kita bukan pemilik saham. Bahkan dalam grup pun kita tidak pernah ikut,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Polisi Periksa 30 Saksi Kasus Kredit Fiktif Rp 275 Miliar di Bank Kaltimtara, Begini Modus Operandinya

Ia menjelaskan, secara kewenangan DPRD memang tidak berada dalam struktur penentuan direksi Bank Kaltimtara.

“Itu ranahnya pemegang saham lewat RUPS, bukan di DPRD,” kata dia.

Meski demikian, Hasanuddin menilai DPRD seharusnya tetap dilibatkan dalam ruang komunikasi karena berkaitan dengan keuangan daerah.

“Paling tidak ada ruang diskusi. DPR bisa hadir untuk memberi pandangan, karena ini berkaitan dengan keuangan daerah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan selama ini DPRD tidak pernah diundang dalam forum yang membahas manajemen Bank Kaltimtara.

“Saya tidak bilang tidak pernah dilibatkan, tapi faktanya memang tidak pernah diundang,” ucapnya.

Soroti Kekosongan Jabatan

Selain pergantian direksi, Hasanuddin menyoroti kondisi internal bank yang masih diwarnai kekosongan sejumlah jabatan strategis.

Beberapa posisi seperti direktur kredit dan direktur operasional disebut masih diisi pelaksana tugas. Posisi komisaris juga belum sepenuhnya definitif.

“Kondisinya memang masih dalam pembenahan. Banyak posisi yang masih kosong,” katanya.

Baca juga: Kejati Kaltim Usut Kasus Tambang, Sita Rp 214,2 M, DPR RI: Pemulihan Uang Negara Prioritas

Menurutnya, pengisian jabatan dilakukan melalui seleksi yang melibatkan tim independen serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Para calon direksi harus melalui uji kelayakan dan kepatutan serta memenuhi syarat, seperti sertifikasi manajemen risiko dan pengalaman perbankan.

Alasan Pergantian Belum Jelas

Terkait pergantian direksi di tengah masa jabatan, Hasanuddin mengaku belum mengetahui alasan pasti di balik kebijakan tersebut.

Ia menduga proses pergantian sudah berlangsung lama, namun baru direalisasikan saat ini.

“Bisa saja prosesnya sudah lama, hanya pelaksanaannya baru sekarang,” ujarnya.

Ia juga menyinggung adanya dugaan persoalan internal, termasuk isu kredit bermasalah di wilayah Kalimantan Utara.

“Ada kabar sekitar 14 karyawan diberhentikan, termasuk pejabat cabang. Tapi itu belum bisa dipastikan karena belum ada keputusan final,” katanya.

Pemprov Sebut untuk Penyegaran Manajemen

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan pergantian direksi merupakan bagian dari strategi penyegaran manajemen.

Baca juga: Korupsi Tambang: Kejati Kaltim Sita Rp214 M hingga Mobil Mewah, 6 Tersangka Ditahan

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengatakan keputusan tersebut telah ditetapkan dalam RUPS dan kini berjalan sesuai tahapan.

“Keputusan pergantian direksi sudah ada di RUPS terakhir. Prosesnya memang bertahap karena harus melalui OJK dan panitia seleksi,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah ini bertujuan memperkuat tata kelola serta meningkatkan daya saing Bank Kaltimtara.

“Ini bukan sekadar pergantian, tapi bagian dari upaya memperkuat bank agar lebih kompetitif dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
Regional
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Regional
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Regional
Karhutla Riau Belum Padam, 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Api
Karhutla Riau Belum Padam, 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Api
Regional
Komisi II DPR Sebut WFH ASN Jadi Strategi Tekan Impor BBM dan Hemat APBN
Komisi II DPR Sebut WFH ASN Jadi Strategi Tekan Impor BBM dan Hemat APBN
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
DPRD Kaltim Tak Dilibatkan Pergantian Dirut Bank Kaltimtara, Soroti Transparansi dan Posisi Kosong Direksi
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat