PONOROGO, KOMPAS.com – Pasangan suami istri (pasutri) lansia Bonari (68) dan Supiatun (60), warga Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menjadi korban pencurian dengan modus pengobatan terapi.
Dian Rianto, anak korban, mengaku kedua orang tuanya menjadi korban pencurian dengan modus terapi yang dilakukan komplotan pencuri berjumlah 4 orang.
“Peristiwanya terjadi pada Kamis (5/3) siang sekitar pukul 12.00 WIB menjelang adzan dzuhur. Empat orang pelaku datang menggunakan mobil dan langsung menuju rumah ibu saya,” ujar Dian ditemui di rumahnya, Senin (9/3/2026).
Dian menambahkan, komplotan pencuri tersebut mendatangi rumah orang tua dan menawarkan jasa terapi pengobatan saat ibu hendak beristirahat sepulang dari sawah dan hendak menunaikan shalat dzuhur.
Baca juga: Curi Perhiasan Ibu Angkat untuk Beli iPhone, Remaja Putri di Kupang Ditangkap
Mereka mengaku mampu melakukan terapi kesehatan bagi orang tua. Di tengah proses terapi, salah satu pelaku meminta ibunya mengantar ke kamar mandi.
"Saat bapak dan ibu dibaringkan untuk diterapi, salah satu pelaku laki-laki juga sempat meminta izin ke belakang menuju sumur," imbuhnya.
Setelah terapi selesai, komplotan pencuri tersebut langsung pamit meninggalkan rumah.
Orang tuanya, menurut Dian, baru mengetahui menjadi korban pencurian pada Sabtu (7/3/2026) malam usai shalat tarawih.
Saat itu, ibunya hendak mengambil uang dan perhiasan untuk keperluan menjelang Lebaran.
“Saat ibu membuka lemari, uang Rp 10 juta dan perhiasan sekitar 33 gram sudah tidak ada,” ucapnya.
Dian mengaku ibunya menemukan gunting yang tertinggal di dalam lemari. Tidak ada kerusakan pada pintu maupun jendela.
Baca juga: Pegawai Honorer RSUD Kota Blitar yang Curi Perhiasan Emas Bergaji Rp 3 Juta Lebih
Kuat dugaan para terapis pelakunya karena mereka satu-satunya tamu yang datang ke rumah sejak Kamis.
“Tidak ada tamu lain sejak Kamis dan pintu jendela tidak ada yang rusak. Orang tua bilang kehilangan perhiasan dan uang Rp 10 juta,” ucapnya.
Dihubungi terpisah, Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali mengatakan telah menerima laporan dan langsung melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti.
"Kami sudah mengumpulkan sejumlah bukti barang. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menyimpan barang berharga serta tidak mudah menerima tamu yang tidak dikenal,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang