Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Emil Dardak Ungkap Dampak Konflik Timur Tengah ke Perekonomian Jatim

Kompas.com, 26 Maret 2026, 20:12 WIB
Izzatun Najibah,
Bilal Ramadhan

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan dampak konflik Timur Tengah ke perekonomian Jawa Timur.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur baru saja menetapkan sistem Work From Home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap Rabu dengan alasan efisiensi energi dan respon atas harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Konflik Timur Tengah antara Iran vs Amerika Serikat dan Israel membuat harga minyak dunia meninggi.

Dampaknya, turut dirasakan di dalam negeri tak terkecuali kondisi perekonomian Jawa Timur karena imbas jalur logistik.

“UMKM mulai mengeluhkan kenaikan harga plastik, BBM. Pemerintah pusat berusaha menahan gejolak harga tetapi tentu kita harus juga antisipatif,” kata Emil di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: 16 Pesawat AS Lumpuh Sepanjang Perang Iran, Lampaui Operasi Irak dan Libya

Dari hasil simulasi pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bank Indonesia, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dampak ke Jawa Timur tidak separah daerah lain.

Dibuktikan saat ini, persentase pertumbuhan ekonomi Jawa Timur di nilai ekspor tumbuh 16 persen dan impor turun 2,7 persen. Pada tahun 2025 PDRB Jawa Timur tercatat mencapai Rp 3.403,17 triliun.

“Artinya memang tidak dominan tapi tidak kecil juga, lebih dari 10 persen. Jadi kita harus hati-hati bisa sampai mendekati 20 persen ekspor. Maka perlambatan perdagangan global pasti ada pengaruhnya terhadap Jawa Timur,” tuturnya.

Baca juga: Bos Minyak Dunia Ketar-ketir Krisis Energi Kian Nyata akibat Perang Iran

Meski begitu, Emil tidak ingin semua mata lengah.

Pemprov Jatim menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk melakukan antisipasi apabila terjadi lonjakan harga, penimbunan, dan panic buyying yang berpotensi terjadi di masyarakat.

“Para Bupati Wali Kota harus bersiap-siap. Termasuk misalnya kalau ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, ingin memanfaatkan gejolak BBM, atau gejolak harga pangan, tindakan menimbun, panic buying. Ini kan yang harus ‘ngedem’ supaya masyarakat tidak termakan isu,” tegasnya.

Emil telah berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Hiswana Migas saat ini masih stabil dan tidak ada pengurangan stok LPG.

“Stabil artinya kalau masyarakat pola konsumsinya normal, selama ini gak ada kelangkaan kecuali pada saat ada perubahan sistem dulu, jadi harus ada penjelasan standarnya,” bebernya.

Baca juga: Meski Digempur, Iran Tetap Ogah Negosiasi dengan AS

“Mengalir tiap hari stok ini. Tapi tidak ada gangguan sampai hari ini terhadap kontinuitas stok tadi. Kalau itu Jawa Timur tergolong tidak sesignifikan daerah lain, angkanya masih 0,0 sekian,” sambungnya

Emil juga menyoroti angka inflasi Februari yang mencapai 4,64 persen, meski la menjelaskan angka tersebut dipengaruhi oleh perubahan kebijakan subsidi pada periode pembanding tahun sebelumnya. Ia menekankan angka ini harus menjadi alarm kewaspadaan.

“Tapi ini menjadi alarm, kita harus betul-betul cermat, jangan sampai inflasinya tidak terkendali,” pungkasnya

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Banyuwangi Uji Coba ASN Bersepeda ke Kantor, Dorong Pola Hidup Aktif dan Efisien
Banyuwangi Uji Coba ASN Bersepeda ke Kantor, Dorong Pola Hidup Aktif dan Efisien
Surabaya
Polemik Pengosongan Gedung di Balai Pemuda, Pemkot Surabaya Sebut untuk Penataan
Polemik Pengosongan Gedung di Balai Pemuda, Pemkot Surabaya Sebut untuk Penataan
Surabaya
Wagub Emil Dardak Pastikan Alih Fungsi Hutan untuk Perumahan di Prigen Belum Kantongi Izin
Wagub Emil Dardak Pastikan Alih Fungsi Hutan untuk Perumahan di Prigen Belum Kantongi Izin
Surabaya
Banyuwangi Tak Buru-buru Terapkan WFH, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan Utama
Banyuwangi Tak Buru-buru Terapkan WFH, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan Utama
Surabaya
WFH Jumat di Kota Blitar, ASN Harus Absen dan Lapor Progres Kerja
WFH Jumat di Kota Blitar, ASN Harus Absen dan Lapor Progres Kerja
Surabaya
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
Surabaya
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Surabaya
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Surabaya
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Surabaya
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Surabaya
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
Surabaya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Surabaya
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Surabaya
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Surabaya
Teror Buaya di Sungai Tunjung Bangkalan dan Misteri Hilangnya Ibu Anak di Lokasi yang Sama
Teror Buaya di Sungai Tunjung Bangkalan dan Misteri Hilangnya Ibu Anak di Lokasi yang Sama
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau