Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

16 Pesawat AS Lumpuh Sepanjang Perang Iran, Lampaui Operasi Irak dan Libya

Kompas.com, 26 Maret 2026, 19:51 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com - Konflik Timur Tengah yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran hampir memasuki pekan keempat.

Konflik yang memicu perang tersebut mulai menggoyahkan asumsi mengenai dominasi mutlak kekuatan udara di medan perang.

Sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu, militer AS tercatat telah kerugian sedikitnya 16 pesawat, baik jet tempur maupun pesawat nirawak atau drone

Baca juga: Pesawat Tanker KC-135 Amerika Jatuh di Irak, 4 Awak Tewas

Selain kerugian unit udara, sejumlah aset darat berupa radar pertahanan canggih milik AS dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat serangan Iran maupun kecelakaan operasional.

Jumlah kerugian ini tergolong signifikan karena melampaui total kehilangan pesawat AS dalam kampanye udara berskala besar sebelumnya di Libya maupun Irak. 

Tingginya angka kerugian ini kemungkinan dipicu oleh intensitas serangan AS yang jauh lebih masif dibandingkan operasi-operasi terdahulu.

Dilansir dari India Today, berikut rangkuman kerugian aset militer AS selama satu bulan perang di Iran.

Baca juga: Pesawat Militer AS Jatuh di Irak, Diduga Tabrakan di Udara

Lumpuhnya jet siluman F-35

Jet tempur F-35 Lightning II buatan Lockheed Martin, yang selama ini dianggap sebagai mesin perang paling canggih dan hampir mustahil terdeteksi, mengalami insiden ketika perang berkecamuk.

Pada 19 Maret, sebuah F-35 milik Angkatan Udara AS atau US Air Force (USAF) terpaksa melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara Timur Tengah setelah terkena tembakan yang diduga berasal dari pihak Iran. 

Juru Bicara Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) Kapten Tim Hawkins membenarkan insiden tersebut.

"Pesawat itu sedang menjalankan misi tempur di atas Iran ketika terpaksa melakukan pendaratan darurat. Pesawat mendarat dengan selamat, dan pilot dalam kondisi stabil," ujar Hawkins. 

Dia juga menambahkan bahwa insiden ini sedang dalam penyelidikan.

Laporan dari Bloomberg menyebutkan kemungkinan besar pesawat tersebut terkena rudal permukaan-ke-udara 358 pemandu inframerah milik Iran. 

Karena tidak menggunakan radar, sistem rudal ini membuat pilot tidak mendapatkan peringatan dini saat sedang dilacak.

Baca juga: 12 Jet Tempur AS-Kanada Mendadak Cegat Pesawat Militer Rusia

Tragedi pesawat tanker KC-135

Unit pendukung udara AS juga tak luput dari kerugian. Pada 12 Maret, sebuah pesawat pengisi bahan bakar KC-135 Stratotanker jatuh di Irak Barat dan menewaskan enam awak di dalamnya. 

Halaman:


Terkini Lainnya
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Internasional
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau