Layanan Biznet Tembus 600.000 Pelanggan, Kini Mayoritas Bukan dari Kantoran Lagi

Kompas.com, 21 Juni 2024, 13:01 WIB
Caroline Saskia,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

BALI, KOMPAS.com - Biznet selama ini dikenal sebagai penyedia layanan internet untuk segmen perkantoran. Namun pasca-pandemi Covid-19, kini situasinya berubah. Mayoritas pelanggan Biznet kini adalah dari kalangan rumahan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Senior Manager Marketing Biznet Adrianto Sulistyo pada Kamis (20/6/2024) dalam acara peluncuran kabel laut Biznet Nusantara Cable System (BNCS-1).

“Per kuartal pertama (2024) kemarin, jumlah pengguna Biznet di Indonesia 600.000,” jelas Adri.

Namun yang menarik adalah, dari 600.000 pelanggan tersebut, kini mayoritasnya adalah pelanggan rumahan (60 persen). Pelanggan dari segmen perkantoran tak lagi mendominasi.

Hal itu menurut Biznet bisa bisa terjadi karena efek pandemi Covid-19. Ada banyak perubahan dan peralihan yang terjadi, termasuk salah satunya work from home dan pola kebiasaan dalam menggunakan internet.

Baca juga: Biznet Resmi Operasikan Kabel Bawah Laut BNCS-1, Internet di Sumatera Setara di Jawa

“Sejak pandemi ada banyak shifting ya. (Awalnya) dari B2B (business to business) menjadi B2C (business to consumer). Sepanjang 2020 hingga 2022, yang tadinya B2B semua kerja dari rumah, atau biasa kerja di cafe, (lalu pandemi), ternyata (pengguna sadar) bandwidth yang besar tadi juga bisa dibawa ke rumah,” jelas Ardi.

Sebelum pandemi, pelanggan B2B (gedung, perkantoran, kota besar) Biznet mencapai 60 persen. Sementara 40 persennya adalah pelanggan rumahan.

Adri juga mengungkap jumlah pengguna Biznet sebelum pandemi adalah sekitar 150.000-200.000.

Perubahan perilaku inilah yang membuat Biznet mengubah landasan dan metodenya dalam memasarkan produk, hingga mendorong pertumbuhan daya beli masyarakat.

“Kami masih menggunakan campaign function awareness, kita ingin mengedukasi masyarakat Indonesia soal function terhadap internet itu sendiri. Misalnya, bandwidth besar ternyata gak cuman cocok di profesi, tapi juga home appliance, seperti CCTV,” terangnya.

Jadi, jika pengguna ingin memiliki kualitas gambar hingga kecepatan internet yang bagus, tentunya bandwidth yang dimiliki harus besar juga. Menurut Adri, masalah seperti ini masih belum diketahui oleh banyak masyarakat.

Karena itu, Biznet berupaya menawarkan pengalaman layanan internet berkecepatan tinggi supaya pengguna bisa menilai sendiri kualitasnya.

Baca juga: FUP Biznet Diklaim Berhasil Tekan Jumlah Pelanggan Nakal

“Kemudian, (kami) juga akan memberikan promo, free 100 Mbps di bulan Juni ini. Supaya memberi experience lebih,” jelas Adri kepada KompasTekno dalam sesi tanya jawab bersama awak media.

Kabel optik bawah laut BNCS-1 Biznet yang menghubungkan Pulau Jawa, Sumatera, dan Bangka.Biznet Kabel optik bawah laut BNCS-1 Biznet yang menghubungkan Pulau Jawa, Sumatera, dan Bangka.

Pemberian program free upgrade sejalan dengan peluncuran BNCS-1 perdana Biznet. BNCS-1 merupakan jaringan kabel fiber optik bawah laut yang dapat menghubungkan jaringan antar-pulau di Jawa, Sumatera, hingga bangka. 

Kabel sepanjang 100 kilometer itu akan tersambung dari Anyer dan Serang (Jawa) ke Kalianda, Sungsang, Banyuasin (Sumatera), dan Muntok (Bangka).

Makanya, untuk menguji dan mengukur stabilitas jaringan fiber optic terbarunya, Biznet memberikan free upgrade hingga 100 Mbps kepada penggunanya.

Menurut penelusuran KompasTekno, pelanggan Biznet sudah mulai menerima pengumuman free upgrade bandwidth yang dikirimkan melalui e-mail yang terdaftar. Sistem program ini bersifat otomatis. 

Contoh, pengguna yang awalnya berlangganan dengan kecepatan internet sebesar 50 Mbps akan diupgrade secara otomatis tanpa dipungut bjaya hingga 150 Mbps. Akan tetapi, program free upgrade ini hanya tersedia secara terbatas hingga Juni 2024 saja.

Bagi pelanggan Biznet yang tertarik meninjau ketersediaan program free upgrade tadi, bisa dilihat melalui tautan berikut ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau