Samsung Pamer Robot AI OLED Bot, Mirip Karakter di Film "Wall-E"

Kompas.com, 5 Januari 2026, 19:04 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

Ringkasan berita:

  • Samsung Display memamerkan robot konsep AI OLED Bot di CES 2026, robot futuristik berwajah layar OLED 13,4 inci untuk interaksi visual berbasis AI.
  • AI OLED Bot digambarkan sebagai asisten kampus, menampilkan info kelas, dosen, dan pengumuman lewat layar, tanpa mengandalkan perintah suara.
  • Sekaligus menonjolkan fleksibilitas OLED, Samsung juga memamerkan konsep lain seperti AI OLED Cassette dan AI OLED Turntable, semuanya masih tahap konsep.

KOMPAS.com - Samsung Display, divisi khusus di bawah Samsung yang fokus pada pengembangan dan produksi panel layar, memamerkan konsep robot futuristik bernama AI OLED Bot.

Robot ini sekilas mengingatkan pada karakter Wall-E dari film dengan judul yang sama keluaran tahun 2008. Bedanya, AI OLED Bot hadir dengan desain yang minimalis dengan wajah "OLED".

Robot Samsung AI OLED Bot ini diperkenalkan dalam pameran teknologi CES 2026, sebagai bagian dari visi Samsung soal gaya hidup masa depan yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi layar OLED.

Baca juga: Samsung Keluar dari Kebiasaan, Siap Tampil Beda di Ajang CES 2026

Secara desain, Samsung AI OLED Bot mengusung desain futuristis dan bersih dengan kombinasi warna hitam dan putih.

AI OLED Bot punya bodi silinder, lengan minimalis, dan basis roda yang tersembunyi. Proporsi tubuhnya ringkas dan membulat, tidak tinggi atau menjulang.

Sesuai namanya, OLED menjadi sumber fokus di robot konsep ini. Samsung menggunakan panel OLED cukup besar, ukurannya 13,4 inci, sebagai wajah digital dari AI OLED Bot.

Layar tersebut menjadi medium utama interaksi antara manusia dan AI. Dalam foto ilustrasi, layar OLED itu menampilkan antarmuka seperti percakapan dengan chatbot. Di sana, pengguna bisa melihat pemberitahuan, seperti jadwal harian.

Samsung Display mengilustrasikan robot ini sebagai asisten pengajar di lingkungan kampus.

Dalam skenario yang ditampilkan di CES 2026, robot tersebut berperan sebagai teaching assistant yang membantu mahasiswa, mulai dari menunjukkan lokasi ruang kelas, menampilkan profil dosen, hingga menyampaikan informasi akademik seperti tugas kuliah atau pembatalan kelas.

Melalui tampilan visual, mahasiswa bisa membaca informasi penting tanpa harus mengandalkan perintah suara. Penggunaan visual ini dinilai berguna di lingkungan ramai seperti lorong kampus atau ruang kelas.

Lewat AI OLED Bot, Samsung Display menekankan keunggulan OLED dibanding LCD. Panel OLED bisa dibentuk melengkung, bulat, bahkan menyerupai bola, sehingga memberi kebebasan desain lebih luas untuk robot dan perangkat berbasis AI.

Baca juga: Samsung Pamerkan Brain Health, Fitur Deteksi Risiko Demensia di CES 2026

Robot Samsung BallieSamsung Robot Samsung Ballie

Ini bukan robot konsep pertama Samsung. Sebelumnya, Samsung sudah beberapa kali memamerkan Ballie, robot asisten rumah yang berbetuk bola.

Ballie pertama kali diperkenalkan dalam ajang CES 2020. Empat tahun kemudian, di CES 2024, Samsung menghadirkan Ballie baru dengan peningkatan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Ballie akan datang ketika dipanggil oleh pengguna lewat isyarat. Robot ini juga bisa memproyeksikan gambar dan video ke dinding atau membantu memeriksa hewan peliharaan dengan mengirimkan foto hewan terkait ke pengguna.

Halaman:
Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau