Siap-siap Harga Hard Disk, Router, STB Naik Imbas Krisis Memori Global

Kompas.com, Diperbarui 21/02/2026, 09:26 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Caroline Saskia,
Zulfikar Hardiansyah

Tim Redaksi

KOMPAS.com Efek dari krisis memori global akibat lonjakan kebutuhan industri Artificial Intelligence (AI) turut memengaruhi stok dan harga dari perangkat lain. Laporan terbaru menunjukkan harga Hard Disk (HDD), router, dan Set Top Box (STB) terancam naik.

Kebutuhan memori untuk menunjang server AI yang meningkat menyebabkan kelangkaan dan membuat harga komponen memori, terutama jenis DRAM dan NAND, ikut meroket. Harga DRAM dan NAND terpantau naik lebih dari 600 persen dalam setahun terakhir.

Baca juga: Penyebab Harga RAM Meroket di Berbagai Negara, Termasuk Indonesia

Dengan kenaikan harga tersebut, sejumlah perangkat elektronik, termasuk HDD, router, dan STB, yang menggunakan komponen memori turut terkena imbasnya.

Harga router dan STB terancam naik

Ilustrasi router WiFi.PIXABAY/tungart7 Ilustrasi router WiFi.

Menurut laporan dari lembaga riset pasar Counterpoint Research yang dirilis pekan lalu, dampak lonjakan harga memori paling terasa di segmen perangkat konsumen, seperti PC entry-level, smartphone, router, hingga STB.

Dari berbagai perangkat konsumen itu, perangkat yang paling terdampak adalah perangkat broadband seperti router dan STB. Dalam sembilan bulan terakhir, Counterpoint mencatat, harga memori untuk perangkat broadband naik jauh lebih tinggi dari smartphone.

Harga memori untuk smartphone "hanya" naik tiga kali lipat, sedangkan memori untuk perangkat broadband naik hampir tujuh kali lipat. Kenaikan ini berdampak signifikan terhadap biaya produksi.

Riset Counterpoint menunjukkan bahwa harga RAM untuk perangkat broadband seperti router dan STB melonjak tujuh kali lipat dalam sembilan bulan terakhir. Ini lebih tinggi dibanding harga RAM untuk smartphone yang naik tiga kali lipat dalam periode yang sama.

Riset Counterpoint menunjukkan bahwa harga RAM untuk perangkat broadband seperti router dan STB melonjak tujuh kali lipat dalam sembilan bulan terakhir. Ini lebih tinggi dibanding harga RAM untuk smartphone yang naik tiga kali lipat dalam periode yang sama.Counterpoint Riset Counterpoint menunjukkan bahwa harga RAM untuk perangkat broadband seperti router dan STB melonjak tujuh kali lipat dalam sembilan bulan terakhir. Ini lebih tinggi dibanding harga RAM untuk smartphone yang naik tiga kali lipat dalam periode yang sama.

Menurut riset Counterpoint, jika setahun lalu kontribusi memori hanya sekitar 3 persen dari total biaya material (bill of materials/BOM) router, kini porsinya melonjak menjadi lebih dari 20 persen, terutama pada router kelas bawah dan menengah.

Dalam laporan Memory Price Tracker tersebut, Counterpoint mengatakan bahwa kenaikan harga ini diperkirakan terjadi hingga Juni 2026. Meski harga puncak berpeluang terjadi pada paruh pertama 2026, kendala pasokan diprediksi masih akan membayangi pasar.

Kenaikan tajam ini membuat produsen perangkat (OEM) dengan daya tawar lemah berada dalam posisi paling rentan.

Kondisi ini menjadi alarm bagi perusahaan telekomunikasi yang tengah menargetkan ekspansi layanan broadband secara agresif pada 2026, baik berbasis fiber maupun fixed wireless access (FWA).

Ketersediaan perangkat pelanggan seperti router, customer premises equipment (CPE), dan STB bisa terhambat, sementara biaya pengadaannya ikut meningkat.

Baca juga: Siap-siap, Tahun Depan Harga HP Bakal Makin Mahal dan Cuma Dapat RAM Kecil

Apalagi, operator telekomunikasi juga mulai mendorong penggunaan CPE berbasis AI untuk layanan fixed broadband maupun wireless broadband.

Perangkat semacam ini membutuhkan kapasitas komputasi dan memori yang lebih besar, sehingga tekanan biaya berpotensi makin tinggi.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau