Penulis
KOMPAS.com – Perusahaan semikonduktor Qualcomm memperkenalkan komputer papan tunggal (single-board computer/SBC) terbaru bernama Arduino Ventuno Q.
Perangkat ini dirancang untuk mendukung pengembangan proyek kecerdasan buatan (AI) berbasis perangkat keras, seperti robot, perangkat IoT, hingga sistem otomasi.
Arduino Ventuno Q diposisikan sebagai platform bagi pengembang dan hobiis yang ingin membangun berbagai perangkat AI fisik.
Komputer mini ini menggabungkan prosesor kelas smartphone dengan mikrokontroler real-time untuk mengendalikan sensor dan motor secara presisi.
Baca juga: Qualcomm Resmi Akuisisi Arduino, Platform Open-source untuk Proyek Elektronik
Qualcomm mengatakan Ventuno Q akan dijual dengan harga di bawah 300 dollar AS (sekitar Rp 5 jutaan) dan ditargetkan mulai tersedia pada kuartal II-2026.
Ventuno Q ditenagai oleh chipset Dragonwing IQ8 yang memiliki CPU Kryo Gen 6 octa-core serta GPU Adreno 623. Chip ini dipadukan dengan RAM LPDDR5 16 GB dan penyimpanan internal 64 GB eMMC.
Untuk mendukung kontrol perangkat keras secara real-time, Qualcomm juga menyematkan mikrokontroler STM32H5 berbasis prosesor Arm Cortex-M33.
Komponen ini memungkinkan pengembang mengendalikan berbagai perangkat seperti motor, sensor, maupun aktuator secara lebih presisi.
Komputer mini ini turut dilengkapi sejumlah port konektivitas, seperti USB-C, USB-A, Ethernet, dan HDMI, serta dukungan koneksi nirkabel WiFi dan Bluetooth.
Bagan Arduino Ventuno Q .Selain itu, Ventuno Q menyediakan berbagai antarmuka ekspansi untuk menghubungkan kamera maupun sensor tambahan, termasuk MIPI-CSI untuk kamera, konektor RPi, serta header ekspansi UNO yang umum digunakan pada ekosistem Arduino.
Dari sisi kemampuan komputasi, Ventuno Q mampu menjalankan perangkat lunak berbasis Linux (Debian atau Ubuntu) dengan kemampuan pemrosesan AI hingga 40 TOPS (trillion operations per second).
Baca juga: Perang Dagang China-AS Mereda, Investigasi Nvidia dan Qualcomm Disetop
Pengembang dapat memanfaatkan platform Arduino App Lab untuk membuat aplikasi menggunakan bahasa pemrograman Python serta berbagai layanan modular, seperti jaringan, pengolahan AI, hingga sistem penglihatan komputer (computer vision).
Aplikasi yang dibuat juga dapat dijalankan dalam lingkungan container berbasis Docker, sekaligus tetap mendukung kontrol perangkat keras secara deterministik dan real-time.
Dengan dukungan tersebut, Ventuno Q dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai perangkat berbasis AI, mulai dari robot, asisten suara, sistem inspeksi industri, hingga perangkat smart home.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang