Selain Navigasi, Ini 5 Fitur Google Maps yang Bantu Perjalanan Mudik Lebih Nyaman

Kompas.com, Diperbarui 19/03/2026, 06:30 WIB
Soffya Ranti

Penulis


KOMPAS.com - Perjalanan mudik Lebaran seringkali memerlukan persiapan yang matang, terutama bagi pemudik yang menempuh perjalanan jauh menggunakan kendaraan pribadi.

Selain memastikan kondisi kendaraan prima, pemudik juga perlu mempersiapkan rute perjalanan agar lebih efisien dan terhindar dari kemacetan.

Aplikasi Google Maps kerap menjadi andalan untuk membantu navigasi selama perjalanan. Namun, aplikasi ini sebenarnya tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk arah.

Ada berbagai fitur lain yang dapat membantu pemudik merencanakan rute, memantau kondisi lalu lintas, hingga memperkirakan biaya perjalanan agar perjalanan mudik terasa lebih nyaman dan terencana. Selengkapnya berikut ini beberapa fiturnya.

Baca juga: Takut Biaya Mudik Bengkak? Cek Estimasi Tarif Tol di Google Maps Dulu

Fitur lalu lintas

Ilustrasi warna jalan di Google Maps untuk melihat kemacetan lalu lintas. (1) Jalan warna merah, (2) jalan warna hijau, dan (3) jalan warna kuningKompas.com/Zulfikar Ilustrasi warna jalan di Google Maps untuk melihat kemacetan lalu lintas. (1) Jalan warna merah, (2) jalan warna hijau, dan (3) jalan warna kuning

Saat musim mudik Lebaran, arus kendaraan di jalan raya biasanya meningkat dan berpotensi menimbulkan kepadatan hingga kemacetan. Untuk membantu pengguna memantau kondisi jalan, Google Maps menyediakan fitur lalu lintas yang menampilkan tingkat kepadatan kendaraan secara real-time.

Melalui fitur ini, pengguna dapat melihat kondisi jalan berdasarkan kode warna tertentu. Warna hijau menunjukkan lalu lintas lancar, oranye menandakan kepadatan sedang, sedangkan merah berarti lalu lintas sedang macet.

Jika warna merah terlihat semakin gelap, hal itu menandakan tingkat kemacetan yang lebih parah. Dengan informasi tersebut, pemudik dapat mengantisipasi perjalanan dan menyiapkan strategi jika harus melewati jalur padat.

Untuk mengaktifkannya, buka Google Maps lalu ketuk ikon tiga garis di bagian kiri layar, kemudian pilih menu “Traffic”.

Fitur restoran, SPBU, ATM, dan belanja

Ilustrasi fitur google maps untuk mudikKompas.com/soffyaranti Ilustrasi fitur google maps untuk mudik

Selain memantau lalu lintas, Google Maps juga menyediakan fitur pencarian tempat terdekat seperti restoran, SPBU, ATM, maupun pusat perbelanjaan.

Fitur ini sangat membantu pemudik yang menempuh perjalanan jauh karena memudahkan menemukan tempat istirahat atau kebutuhan lainnya selama di perjalanan.

Cara menggunakannya cukup dengan membuka Google Maps, kemudian scroll ke bagian “Nearby places”. Di sana akan muncul beberapa ikon kategori seperti restoran, SPBU, ATM, dan tempat belanja.

Ketuk salah satu kategori, misalnya SPBU, dan Google Maps akan menampilkan daftar lokasi SPBU terdekat dari posisi pengguna.

Fitur menyimpan rute perjalanan

Ilustrasi cara menyimpan rute perjalan di google mapsGoogle Maps Ilustrasi cara menyimpan rute perjalan di google maps

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau