Piala Dunia 2026 Akan Disiarkan Live di YouTube

Kompas.com, Diperbarui 24/03/2026, 07:39 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menggandeng YouTube untuk menghadirkan pengalaman baru dalam menikmati Piala Dunia 2026.

Hal ini diumumkan langsung lewat laman resmi Inside FIFA, belum lama ini.

Lewat kerja sama ini, YouTube ditunjuk sebagai “preferred platform” atau platform pilihan untuk mendistribusikan berbagai konten seputar turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Artinya, penggemar tidak hanya bisa menonton pertandingan resmi lewat siaran televisi, tetapi juga menikmati berbagai konten tambahan langsung di YouTube.

Mulai dari highlight panjang, video di balik layar, hingga konten eksklusif lainnya yang sebelumnya tidak banyak tersedia secara terbuka.

Yang paling menarik, untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, mitra media diberi izin menayangkan 10 menit awal setiap pertandingan secara live di YouTube.

Baca juga: Pertandingan Piala Dunia 2026 Bakal Disiarkan Live Streaming di TikTok

Selain itu, sejumlah pertandingan juga bisa disiarkan penuh di platform streaming video milik Google ini, meski terbatas.

Tahun ini, FIFA World Cup 2026 bakal menampilkan 104 pertandingan yang digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan format 48 tim.

Turnamen empat tahunan ini akan berlangsung di 16 kota yang tersebar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

FIFA hadirkan konten nostalgia

Penyerang Argentina, Lionel Messi, berselebrasi berssama sang istri, Antonela Roccuzzo serta anak-anaknya, Thiago, Mateo, Ciro dalam pengukuhan pemain pemenang Piala Dunia seusai laga persahabatan Argentina vs Panama di Stadion Monumental pada 23 Maret 2023.  (Foto oleh JUAN MABROMATA / AFP)JUAN MABROMATA/AFP Penyerang Argentina, Lionel Messi, berselebrasi berssama sang istri, Antonela Roccuzzo serta anak-anaknya, Thiago, Mateo, Ciro dalam pengukuhan pemain pemenang Piala Dunia seusai laga persahabatan Argentina vs Panama di Stadion Monumental pada 23 Maret 2023. (Foto oleh JUAN MABROMATA / AFP)

Selain konten baru, FIFA juga akan membuka arsip pertandingan lama di kanal resmi mereka di YouTube.

Penggemar bisa menonton ulang laga-laga klasik, momen ikonik, hingga pertandingan penuh dari edisi Piala Dunia sebelumnya.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, mengatakan kerja sama ini bertujuan memperluas cara penggemar menikmati Piala Dunia.

“Kolaborasi ini memperkuat ambisi kami untuk memaksimalkan dampak turnamen di lanskap media yang terus berkembang,” ujar dia.

YouTube juga akan melibatkan kreator dalam ekosistem Piala Dunia 2026. Kreator YouTube akan mendapat akses khusus untuk membuat konten dari berbagai sudut, mulai dari cerita di balik layar, analisis taktik, hingga kisah personal para pemain.

Baca juga: Twitter Lionel Messi Paling Banyak Di-mention Selama Piala Dunia 2022

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau