Grab Masuk Taiwan, Akuisisi Foodpanda Rp 10 Triliun

Kompas.com, 24 Maret 2026, 07:55 WIB
Marsha Bremanda,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Perusahaan ride-hailing dan pesan antar makanan asal Singapura, Grab Holdings resmi mengakuisisi bisnis pengiriman makanan Foodpanda di Taiwan senilai 600 juta dollar AS (sekitar Rp 10 triliun), menandai ekspansi pertama perusahaan di luar Asia Tenggara.

Langkah korporasi ini diumumkan langsung oleh Grab melalui situs resminya, Senin (23/3/2026). Akuisisi Grab terhadap Foodpanda juga sekaligus menandai ekspansi perdana perusahaan ke luar Asia Tenggara.

"Akuisisi ini menandai masuknya Grab secara resmi ke pasar Taiwan, pasar operasi kesembilan kami dan yang pertama di luar Asia Tenggara," ujar Anthony Tan, CEO dan salah satu pendiri Grab, dalam pernyataan resmi. 

Baca juga: Grab Beli Perusahaan Investasi Asal AS Senilai Rp 7,1 Triliun

Menurut Anthony, pengalaman Grab di Asia Tenggara sendiri dinilai selaras dengan karakteristik pasar Taiwan, terutama dalam mengelola sistem pengiriman dan logistik di kota-kota padat. 

Ia juga menilai, Taiwan memiliki potensi besar dengan populasi sekitar 23 juta jiwa dan permintaan tinggi terhadap layanan berbasis mobile. Pasar di negara tersebut dianggap memiliki kemiripan dengan konsumen di Asia Tenggara. 

Tunggu restu

Foodpanda merupakan bagian dari Delivery Hero, perusahaan asal Jerman yang mengoperasikan layanan pengantaran makanan di lebih dari 70 negara.

Grab menjelaskan, kesepakatan akuisisi ini masih menunggu persetujuan regulator dan diperkirakan akan rampung pada paruh kedua 2026.

Perusahaan juga menargetkan proses transaksi pengguna, mitra merchant, dan mitra pengemudi ke platformnya dapat selesai pada awal 2027. 

Adapun akuisisi ini diperkirakan akan mengubah peta persaingan layanan pesan-antar makanan di Taiwan. Pasalnya, sebelum rencana akuisisi ini, pasar food delivery di Taiwan didominasi oleh dua pemain utama, yakni Foodpanda dan Uber Eats

Data menunjukkan, pada periode 2022 hingga 2023, Foodpanda menguasai sekitar 52 persen pangsa pasar, sementara Uber Eats sebesar 48 persen. 

Baca juga: Foodpanda Berhenti Beroperasi di Indonesia

Jika akuisisi ini benar terealisasi, Grab sendiri diperkirakan akan menguasai lebih dari 50 persen pasar. Posisi ini membuat Grab menjadi pesaing kuat bagi Uber Eats, alih-alih menciptakan monopoli di pasar. 

Rencana akuisisi Grab terhadap Foodpanda ini muncul setelah upaya serupa yang dilakukan Uber pada 2025 gagal terealisasi.

Saat itu, Uber juga berencana membeli bisnis Foodpanda di Taiwan. Namun, regulator persaingan usaha Taiwan menolak rencana tersebut karena dinilai berpotensi menciptakan dominasi pasar yang terlalu besar. 

Jika digabung, Uber Eats dan Foodpanda diperkirakan akan menguasai lebih dari 90 persen layanan pesan-antar makanan di Taiwan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengurangi persaingan dan memicu kenaikan harga bagi konsumen. 

Ilustrasi FoodPanda.CNA Ilustrasi FoodPanda.

Target jangkau 21 kota

Grab saat ini beroperasi di delapan negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Singapura, dan Vietnam, dengan layanan utama mencakup transportasi online, pengantaran makanan, hingga layanan keuangan digital.

Grab menjelaskan, setelah akuisisi dengan Foodpanda rampung, jangkauan layanan perusahaan akan diperluas hingga mencakup 21 kota di Taiwan.

Grab mengandalkan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk optimalisasi rute pengiriman, personalisasi rekomendasi makanan, serta efisiensi operasional.

Dengan menggabungkan platform berbasis kecerdasan buatan (AI) milik Grab dan jaringan lokal Foodpanda yang sudah luas, langkah akuisisi ini sekaligus dinilai bisa memperkuat posisi Grab di pasar Taiwan. 

Berdasarkan data industri, bisnis Foodpanda di Taiwan pada 2025 tercatat menghasilkan nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Value/GMS) sekitar 1,8 miliar dollar AS (sekitar Rp 30 triliun) per tahun, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari situs resmi Grab. 

Nilai ini mencerminkan besarnya pasar pengantaran makanan di Taiwan yang tergolong matang di kawasan Asia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau