Elon Musk Divonis Bohongi Investor Twitter, Denda Fantastis Menanti

Kompas.com, Diperbarui 25/03/2026, 06:03 WIB
Bill Clinten,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Elon Musk divonis bersalah oleh juri di pengadilan Amerika Serikat (AS), karena dinilai membohongi investor terkait akuisisi Twitter.

Kasus ini berkaitan dengan rangkaian pernyataan Musk di Twitter pada 2022, saat proses akuisisi platform tersebut. 

Pernyataan Musk saat itu memicu fluktuasi harga saham Twitter dan berdampak pada keputusan investasi sejumlah pemegang saham.

Putusan bersalah di atas dibacakan oleh juri di Pengadilan Distrik AS di San Francisco pada Jumat (20/3/2026).

Dalam persidangan ini, juri menyimpulkan bahwa pernyataan Musk di media sosial terkait akuisisi Twitter adalah menyesatkan atau tidak akurat, sehingga memicu kerugian bagi investor.

Pengacara penggugat menyebut Musk berpotensi membayar ganti rugi hingga 2,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 42 triliun).

Baca juga: Beli Twitter, Elon Musk Jual Saham Tesla Rp 61 Triliun

Namun, nilai akhir denda ini akan ditentukan dalam tahap persidangan berikutnya.

Duduk perkara

Kasus ini bermula pada 2022, ketika Musk mengumumkan akan membeli Twitter dengan nilai 44 miliar dollar AS (sekitar Rp 745 triliun).

Namun dalam perjalanannya, ia sempat menyatakan bahwa kesepakatan tersebut “sementara ditunda” sambil menunggu kejelasan soal jumlah akun palsu (bot) di platform tersebut.

Pernyataan itu memicu gejolak di pasar dan membuat sejumlah investor menjual saham mereka di harga lebih rendah.

Padahal, Musk akhirnya tetap menyelesaikan akuisisi tersebut pada Oktober 2022 dan kemudian mengganti nama Twitter menjadi X.

Baca juga: Saham Twitter To The Moon Setelah Diakuisisi Elon Musk

Dalam persidangan, Investor menuding Musk sengaja menekan harga saham, membuat pernyataan menyesatkan soal status akuisisi, serta membesar-besarkan jumlah akun bot untuk menegosiasikan ulang harga.

Elon Musk sengaja menipu investor untuk menghemat miliaran dollar AS," kata seorang pengacara pihak investor, Aaron Arnzen, di persidangan.

Namun, juri tidak sepenuhnya mengabulkan seluruh tuduhan tersebut.

Musk hanya dinyatakan bertanggung jawab atas beberapa unggahannya, termasuk pernyataan soal kesepakatan akuisisi “sementara ditunda” dan tidak bisa dilanjutkan sebelum ada data tambahan soal bot.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau