Apple Business Hadir di Indonesia, Siap Tantang Google Workspace dan Microsoft 365

Kompas.com, 25 Maret 2026, 09:46 WIB
Reska K. Nistanto

Penulis

KOMPAS.com – Apple resmi menghadirkan layanan Apple Business di Indonesia sebagai bagian dari peluncuran global di lebih dari 200 negara dan wilayah.

Dalam keterangan resmi, Apple Business tersedia secara gratis dan mulai dapat digunakan secara global, termasuk di Indonesia, mulai 14 April 2026.

Platform ini dirancang sebagai solusi all-in-one untuk membantu pelaku usaha mengelola perangkat, karyawan, hingga komunikasi bisnis dalam satu ekosistem terpadu, mirip layanan Google Workspace dan Microsoft 365.

Apple Business menjadi langkah terbaru Apple untuk memperluas jangkauan di segmen bisnis, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM) yang membutuhkan solusi praktis untuk operasional sehari-hari.

Apa itu Apple Business

Apple Business pada dasarnya adalah platform yang memungkinkan pemilik bisnis mengelola seluruh kebutuhan operasional digital dari satu tempat.

Baca juga: Apa Itu Google Workspace, Fungsi, Produk, dan Biaya Berlangganan

Misalnya, pemilik usaha bisa mengatur iPhone atau iPad milik karyawan, memasang aplikasi kerja secara otomatis, hingga mengatur akses dan peran tiap karyawan tanpa perlu tim IT khusus.

Selain itu, pelaku usaha juga dapat membuat email bisnis dengan nama domain sendiri, mengatur kalender tim, serta menyimpan daftar kontak karyawan dalam satu sistem yang terintegrasi. Dengan begitu, komunikasi dan koordinasi kerja bisa dilakukan lebih rapi dan profesional.

“Apple Business adalah lompatan besar dalam komitmen kami untuk membantu perusahaan dari berbagai ukuran memanfaatkan keandalan produk dan layanan Apple,” ujar Susan Prescott, Vice President of Education and Enterprise Marketing Apple.

Ia menambahkan bahwa platform ini menggabungkan berbagai layanan bisnis Apple dalam satu sistem yang aman dan mudah digunakan, sekaligus membuka cara baru bagi perusahaan untuk menjangkau pelanggan.

Dalam praktiknya, Apple Business juga memudahkan perusahaan saat menyiapkan perangkat baru.

Lewat fitur bernama Blueprints, perangkat bisa langsung siap digunakan dengan aplikasi dan pengaturan yang sudah ditentukan, tanpa perlu konfigurasi manual satu per satu.

Apple Business juga menyediakan akun khusus karyawan yang memisahkan data kerja dan data pribadi, sehingga lebih aman. Sistem ini dapat terhubung dengan layanan seperti Google Workspace atau Microsoft Entra ID untuk pengelolaan akun yang lebih fleksibel.

Di sisi lain, pelaku usaha juga bisa mengelola profil bisnis mereka di ekosistem Apple, seperti Apple Maps dan Mail. Informasi seperti lokasi toko, jam operasional, hingga promo dapat ditampilkan langsung kepada pelanggan.

Baca juga: WhatsApp Business Rilis Fitur Detail Rekening, Bagikan Nomor Rekening Lebih Gampang

Sebagai contoh, pemilik kedai kopi atau restoran kecil di Indonesia dapat menggunakan Apple Business untuk mengatur iPhone kasir dan iPad untuk pemesanan, sekaligus memastikan semua perangkat memiliki aplikasi yang sama.

Halaman profil brand di Apple Business.Apple. Halaman profil brand di Apple Business.

Mereka juga bisa menampilkan lokasi usaha di Apple Maps, memperbarui jam operasional, hingga mempromosikan menu terbaru kepada pelanggan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau