Keberadaannya memiliki banyak manfaat, mulai dari mencegah abrasi, meredam tsunami, hingga menjaga keseimbangan lingkungan.
Selain berfungsi secara ekologis, sejumlah kawasan mangrove di Indonesia juga dikembangkan sebagai destinasi wisata.
Berwisata ke hutan mangrove, wisatawan bisa belajar tentang pentingnya mangrove.
Dilansir dari Kementerian Pariwisata, berikut beberapa wisata mangrove yang dapat dikunjungi:
Kawasan ini menjadi ekosistem lahan basah yang didominasi pepohonan mangrove sekaligus habitat berbagai satwa liar.
Selain menikmati suasana alam, pengunjung dapat memanfaatkan fasilitas seperti area rekreasi hingga camping ground.
Lokasinya juga mudah dijangkau dari pusat kota Jakarta maupun Tangerang.
Pengunjung dapat berjalan di jalur trekking kayu sepanjang 1,3 kilometer.
Di tengah perjalanan, terdapat menara pandang yang memungkinkan wisatawan melihat Pulau Cemara Besar, Pulau Cemara Kecil, dan Pulau Menyawakan dari ketinggian.
Daya tarik utamanya adalah jembatan bambu yang dibangun di atas air, lengkap dengan menara pandang.
Terdapat sekitar empat jembatan unik yang menjadi spot foto favorit wisatawan.
Tempat ini menjadi habitat berbagai satwa seperti monyet, biawak, bangau, elang laut, dan belibis.
Pengunjung dapat menyusuri kawasan Segara Anakan untuk menikmati pemandangan hijau hutan bakau.
Saat air surut, aktivitas nelayan dan pencari kerang juga menjadi pemandangan menarik.
5. Hutan Mangrove Tarakan
Hutan mangrove di Tarakan memiliki luas sekitar 21 hektar dan menjadi paru-paru kota karena lokasinya di wilayah pesisir.
Selain menjadi objek wisata, kawasan ini juga sering digunakan untuk penelitian ekosistem mangrove.
Pengunjung dapat menikmati keindahan hutan bakau ini dengan tiket masuk sekitar Rp5.000, dan kawasan ini buka dari pukul 09.00 hingga 17.00 Wita.
Keberadaan wisata mangrove ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, melainkan juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan pesisir.
https://travel.kompas.com/read/2026/03/28/141427527/5-wisata-mangrove-di-indonesia-bisa-jalan-di-jembatan-sambil-pesisir-laut