Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Wisata Mangrove di Indonesia, Bisa Jalan di Jembatan Sambil Pesisir Laut

Keberadaannya memiliki banyak manfaat, mulai dari mencegah abrasi, meredam tsunami, hingga menjaga keseimbangan lingkungan.

Selain berfungsi secara ekologis, sejumlah kawasan mangrove di Indonesia juga dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Berwisata ke hutan mangrove, wisatawan bisa belajar tentang pentingnya mangrove.

Dilansir dari Kementerian Pariwisata, berikut beberapa wisata mangrove yang dapat dikunjungi:

Kawasan ini menjadi ekosistem lahan basah yang didominasi pepohonan mangrove sekaligus habitat berbagai satwa liar.

Selain menikmati suasana alam, pengunjung dapat memanfaatkan fasilitas seperti area rekreasi hingga camping ground.

Lokasinya juga mudah dijangkau dari pusat kota Jakarta maupun Tangerang.

Pengunjung dapat berjalan di jalur trekking kayu sepanjang 1,3 kilometer.

Di tengah perjalanan, terdapat menara pandang yang memungkinkan wisatawan melihat Pulau Cemara Besar, Pulau Cemara Kecil, dan Pulau Menyawakan dari ketinggian.

Daya tarik utamanya adalah jembatan bambu yang dibangun di atas air, lengkap dengan menara pandang.

Terdapat sekitar empat jembatan unik yang menjadi spot foto favorit wisatawan.

Tempat ini menjadi habitat berbagai satwa seperti monyet, biawak, bangau, elang laut, dan belibis.

Pengunjung dapat menyusuri kawasan Segara Anakan untuk menikmati pemandangan hijau hutan bakau.

Saat air surut, aktivitas nelayan dan pencari kerang juga menjadi pemandangan menarik.

5. Hutan Mangrove Tarakan


Hutan mangrove di Tarakan memiliki luas sekitar 21 hektar dan menjadi paru-paru kota karena lokasinya di wilayah pesisir.

Selain menjadi objek wisata, kawasan ini juga sering digunakan untuk penelitian ekosistem mangrove.

Pengunjung dapat menikmati keindahan hutan bakau ini dengan tiket masuk sekitar Rp5.000, dan kawasan ini buka dari pukul 09.00 hingga 17.00 Wita.

Keberadaan wisata mangrove ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, melainkan juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan pesisir.

https://travel.kompas.com/read/2026/03/28/141427527/5-wisata-mangrove-di-indonesia-bisa-jalan-di-jembatan-sambil-pesisir-laut

Terkini Lainnya

Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com