Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tamu Hotel Syok, Kobra 1,5 Meter Melata di Leher Saat Menginap

KOMPAS.com - Sepasang tamu hotel terbangun dengan panik saat mendapati seekor kobra melata di leher mereka saat menginap di sebuah hotel di Krabi, Thailand.

Berdasarkan video yang direkam Kannuttakorn Uttaranakron dan diunggah akun Facebook @มนุษย์ ป้า, insiden ini terjadi pada Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 05.00 subuh.

"Sangat takut! Saya sedang tidur dan mendengar suara keras. Itu terjadi sekitar jam 5 pagi. Pacar saya bangun dari kamar sambil menangis dan berteriak bahwa ada ular di tempat tidur," tulis akun Facebook tersebut.

Awalnya, tamu mengira itu hantu, tapi setelah menunggu beberapa saat, ia menyadari hal yang dicurigai adalah ular. Reptil itu merayap di leher dan ternyata kobra berbahaya.

Sementara salah satu tamu memanggil petugas hotel untuk meminta bantuan, pasangannya yang masih setengah tidur di atas kasur, sempat mengira bahwa kejadian ini hanyalah mimpi buruk.

Beberapa detik kemudian, kenyataan menjadi jelas. Seekor kobra hitam besar berada di kamar hotel, mendesis saat bergerak di atas tempat tidur, seperti dikutip VN Express, Senin (30/3/2026)

"Ular... merayap di leher saya," kata tamu yang panik itu.

Ditangkap pawang ular

Segera setelah tamu berteriak, seorang laki-laki yang diketahui pawang ular mencoba mencari keberadaan ular di kamar tersebut.

Pawang Suthee Naohad atau Bang Cha menemukan ular kobra di bawah kasur, tepatnya di balik tempat tidur, dengan ukuran sekitar 1,5 meter.

Kobra ini tampak aktif menyerang secara defensif ketika didekati, namun beruntung tidak ada tamu yang digigit atau menjadi korban.

Ular kobra tersebut diyakini menyelinap di bawah pintu melalui celah sekitar empat sentimeter (cm) di antara pintu dan lantai, seperti dikutip Thairath.

Pihak berwenang menyarankan staf hotel dan tamu di mana pun untuk memeriksa kamar secara menyeluruh sebelum menginap. 

Video penemuan ular di kamar hotel Thailand telah ditonton ratusan ribu kali dan mendapat banyak perhatian warganet.

Warganet mengimbau sesama wisatawan untuk memeriksa kamar mereka sebelum menginap di hotel, terutama di hotel yang berlokasi dekat hutan, seperti Krabi di Thailand.

Krabi merupakan kawasan dekat pesisir Andaman Thailand, salah satu destinasi pantai populer di Thailand.

Dalam setahun, sedikitnya enam juta wisatawan mengunjungi kawasan ini setiap tahun.

Daya tarik provinsi ini terletak pada kedekatannya dengan pulau-pulau yang masih alami dan karst batu kapur yang ditutupi hutan, lanskap alam yang sama yang terkadang membawa satwa liar mendekat hingga terasa tidak nyaman bagi para wisatawan.

Masuknya ular ke hotel dan penginapan memang jarang terjadi, tetapi bukan hal yang tidak mungkin di negara beriklim tropis seperti Asia Tenggara.

Ular kobra, piton, dan spesies lainnya terkadang memasuki bangunan saat cuaca panas atau ketika habitat alami mereka terganggu oleh pembangunan atau banjir.

Thailand sendiri merupakan rumah bagi lebih dari 200 spesies ular, sekitar 60 di antaranya berbisa.

Rumah sakit di negara tersebut menangani sekitar 7.000-8.000 kasus gigitan ular setiap tahunnya.

Para ahli menyarankan siapa pun yang menemukan ular di dalam ruangan untuk tetap tenang, menjaga jarak, dan menghubungi bantuan profesional daripada mencoba menangani hewan tersebut.

https://travel.kompas.com/read/2026/03/30/134220927/tamu-hotel-syok-kobra-15-meter-melata-di-leher-saat-menginap

Terkini Lainnya

Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com