Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Betulkah Jalur Kereta Purwokerto - Wonosobo Akan Direaktivasi?

Kompas.com, 4 November 2025, 07:07 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Beberapa daerah di Jawa Tengah, seperti Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo, ternyata dulunya dilalui kereta api.

Jalur kereta api ini membentang dari Purwokerto. Namun, jalur ini dinonaktifkan pada tahun 1978.

Rencana reaktivasi jalur kereta api (KA) Purwokerto–Wonosobo pun kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Warganet di platform X ramai menyoroti potensi besar dari jalur sepanjang 92 kilometer itu, terutama untuk mendukung distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan di wilayah Jawa Tengah bagian selatan.

Baca juga: 3 Karya Budaya Wonosobo Masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025

Perbincangan ini mencuat setelah ramai pemberitaan tentang pembangunan jaringan KRL baru di Jawa Tengah yang akan melayani rute Semarang, Demak, hingga Pekalongan.

Salah satu pengguna akun X dengan nama @r*******n menulis, “Reaktivasi rel Purwokerto–Wonosobo penting juga, karena potensi gede untuk kiriman hasil pertanian, perkebunan, peternakan.”

Unggahan tersebut pun memicu banyak tanggapan dari pengguna lain yang menilai jalur-jalur lama di Jawa Tengah perlu dihidupkan kembali untuk memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Masih dalam tahap kajian dan koordinasi

Menanggapi isu tersebut, Vice President Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba menjelaskan bahwa reaktivasi jalur Purwokerto–Wonosobo memang merupakan bagian dari program pengembangan perkeretaapian nasional yang saat ini tengah dikaji bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Dalam pengembangan perkeretaapian, baik perkotaan maupun antarkota, prosesnya selalu melalui kajian dan koordinasi dengan regulator, yaitu Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub,” ujar Anne saat dikonfirmasi, Jumat (31/10/2025).

Baca juga: Wonosobo Siap Pukau Jakarta Lewat Panggung Harmoni Budaya di TMII

Ia menambahkan, rencana tersebut sudah tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) 2030, yang mencakup berbagai kegiatan pengembangan seperti reaktivasi jalur nonaktif dan elektrifikasi jaringan di masa mendatang.

“Dalam rencana induk perkeretaapian yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan sampai 2030, memang ada kegiatan pengembangan, termasuk reaktivasi dan elektrifikasi. Beberapa jalur bisa dibuka terlebih dahulu dengan kereta nonlistrik, sambil menunggu kesiapan elektrifikasi,” jelas Anne.

Potensi ekonomi dan aspek keselamatan

Rencana reaktivasi jalur ini mendapat banyak dukungan dari berbagai kalangan. Pengamat transportasi Theresia Tarigan menilai proyek tersebut akan membawa manfaat besar, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga keselamatan transportasi.

“Dengan reaktivasi jalur kereta, akses logistik akan lebih mudah, dan penggunaan truk besar yang sering menyebabkan kecelakaan bisa ditekan,” ujar Theresia.

Ilustrasi Festival Balon WonosoboPEMKAB WONOSOBO Ilustrasi Festival Balon Wonosobo

Data Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jawa Tengah mencatat, sepanjang 2023 terdapat lebih dari 9.400 pelanggaran truk ODOL (Over Dimension Over Load) di tujuh titik penimbangan kendaraan di provinsi tersebut.

Kehadiran jalur kereta diharapkan dapat mengalihkan sebagian beban distribusi barang dari jalur darat ke jalur rel, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Halaman:


Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau