KOMPAS.com - Setelah mengudara selama dua tahun, maskapai penerbangan jarak jauh berbiaya rendah dari ANA Group, Air Japan, resmi berhenti beroperasi mulai 28 Maret 2026.
"Terima kasih atas kepercayaan anda yang berkelanjutan kepada Air Japan. Berat hati kami informasikan bahwa penerbangan Air Japan telah berhenti beroperasi pada Maret 2026," dikutip dari laman resmi Air Japan, Selasa (31/3/226).
Dikutip dari laman Aviation A2Z, organisasi penerbangan yang berbasis di India, Air Japan awalnya diluncurkan pada 9 Februari 2024, dengan posisi sebagai maskapai hibrida ANA Group.
Pesawat ini hadir untuk menjembatani kesenjangan antara perjalanan layanan penuh dan tarif ramah anggaran. Adapun rute pertama yang dilayani oleh Air Japan yaitu dari Tokyo Narita ke Bangkok.
Baca juga: Biaya Visa Jepang Naik Per 1 April 2026, Ini Detail Harganya
Peluncuran Air Japan oleh ANA Group, berdampingan dengan peluncuran maskapai penerbangan All Nippon Airways (NH) dan Peach Aviation (MM).
Maskapai Air Japan beroperasi dengan filosofi memberikan keramahan ala Jepang dengan tarif yang setara dengan maskapai berbiaya rendah. Konsep ini tampil dengan slogan "Fly Thoughtful" (Terbang dengan Penuh Pertimbangan) .
Debut Air Japan pada awal penerbangannya melayani dari Bandara Internasional Narita (NRT) ke Bandara Suvarnabhumi Bangkok (BKK).
Kemudian, Air Japan memperluas rute ke Bandara Internasional Incheon Seoul (ICN) dan Bandara Changi Singapura (SIN).
Maskapai ini identik dengan warna indigo dan biru fajar sebagai warna mereknya. Warna serupa juga diterapkan pada corak pesawat dan seragam awak kabin.
Baca juga: 10 Bandara Paling Nyaman untuk Belanja 2026, Ini Daftarnya
Selama penerbangan penumpang juga disuguhkan dengan makanan yang mencerminkan tema Jepang. Kemudian, pihak maskapai juga menawarkan pengalaman menarik seperti proyeksi peta dan mesin penjual mainan kapsul gachapon.
Pada penerbangan terakhirnya, Air Japan mengoperasikan tiga armada pesawat Boeing 787-8. Masing-masing pesawat ini dikonfigurasi dalam tata letak tunggal dengan 324 kursi.
Pada penerbangan terakhir Japan Air, ketiga pesawat ini terbang secara bersamaan di rute masing-masing:
- JA801A mengoperasikan penerbangan NQ1/2 pada rute Bangkok (BKK).
- JA802A mengoperasikan penerbangan NQ121/122 pada rute Seoul-Incheon (ICN).
- JA803A mengoperasikan penerbangan NQ3/4 pada rute Singapura (SIN)
Penerbangan terakhir rute Tokyo Narita (NRT) ke Bangkok (BKK), penerbangan NQ1, hanya terisi 298 dari 324 kursi yang tersedia.
Baca juga: 5 Rute KRL Terpadat Maret 2026, Bogor Line Masih Jadi Primadona
Saat penerbangan terakhir, sekitar 70 staf Air Japan berkumpul di landasan untuk acara pelepasan. Mereka melambaikan stik bercahaya saat matahari terbenam di belakang pesawat yang berangkat.
Para penumpang juga menerima sertifikat boarding, stiker kenang-kenangan, dan tujuh penumpang per penerbangan terakhir dipilih melalui undian untuk menerima hadiah khusus.
Selama dua tahun mengudara, berikut rincian jumlah penerbangan dan volume penumpang yang dilayani Air Japan:
- Bangkok (NRT-BKK): 1.514 penerbangan, sekitar 344.200 penumpang.
- Seoul Incheon (NRT-ICN): 1.520 penerbangan, sekitar 369.500 penumpang.
- Singapura (NRT-SIN): 1.090 penerbangan, sekitar 255.200 penumpang.
Total, AirJapan mengoperasikan 4.124 penerbangan dan mengangkut sekitar 968.900 penumpang, angka-angka tersebut termasuk proyeksi untuk hari terakhir operasi.
Di gerbang sebelum keberangkatan terakhir, Naoki Michihiro, Manajer Umum Operasi Penerbangan di Air Japan Inc. menyampaikan bahwa penumpang Thailand melakukan 80 persen reservasi pada penerbangan terakhir ke Bangkok.
Baca juga: Indonesia dan Jepang Perkuat Kerja Sama Pariwisata, Dorong Penguatan Pasar Asia Timur
Michihiro menyatakan bahwa Air Japan telah memenuhi dua misi inti, yaitu menyambut wisatawan internasional dengan keramahan Jepang.
Serta menawarkan kepada wisatawan Jepang cara yang lebih personal dan fleksibel untuk terbang ke luar negeri.
Dia membenarkan bahwa penerbangan terakhir berangkat dengan muatan penuh dan menyatakan keyakinannya bahwa maskapai tersebut telah mencapai apa yang ingin dicapai.
Ia juga menekankan bahwa pengetahuan dan pengalaman yang dibangun melalui AirJapan akan menjadi aset bagi pengembangan ANA Group di masa depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang