Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Skor PISA Siswa Indonesia Rendah, Guru di Semarang Inovasi Buku Pop-up

Kompas.com, 22 November 2025, 09:42 WIB
Elizabeth Ayudya Ratna Rininta,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

Senada dengan itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa literasi adalah bekal peradaban bangsa.

Literasi bukan sekadar membaca aksara, tetapi membaca pemikiran, menelaah secara kritis, dan berani menyumbangkan gagasan yang mampu membawa perubahan,” ujarnya dalam acara Jagat Literasi yang diselenggarakan Kompas.com pada 15 September 2025.

Baca juga: Literasi Digital, Bekal Anak Menjelajahi Dunia Siber dengan Aman dan Bijak

Kolaborasi kreatif guru SD di Semarang

Melihat urgensi tersebut, Tanoto Foundation menetapkan literasi dan numerasi sebagai fokus utama Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR).

Program ini memperkuat kapasitas guru, mengembangkan media kreatif, dan mendorong pendekatan pembelajaran yang dekat dengan keseharian siswa. Lia Maylani, fasilitator Tanoto Foundation wilayah Semarang, menggambarkan kegelisahan itu dengan padat.

“Banyak murid bisa membaca, tapi belum memahami isi bacaan. Bisa berhitung, tapi belum mengerti kaitannya dengan kehidupan,” ujarnya.

Lia menjelaskan, pada 2024 para fasilitator daerah diberi ruang mengajukan inovasi. Guru-guru kemudian berdiskusi dan menemukan masalah serupa, yakni teks belajar terasa jauh dari konteks anak.

Dari situ muncul ide membuat bacaan ringan bertema lingkungan yang ditempel pada batang pohon dan bisa diakses lewat barcode.

Menurut Lia, para murid menyukai pembelajaran ini karena terasa seperti menemukan pesan rahasia. Respons positif itu berkembang menjadi gagasan membuat media yang lebih imersif, yaitu buku pop-up bernuansa Semarang.

Tiga belas guru kemudian berkolaborasi menyusun naskah, menggambar ilustrasi, memotong pola tiga dimensi, dan merangkai mekanisme pop-up.

Hasilnya adalah tiga judul buku karya para guru, yaitu berjudul Sesaji Rewanda, Hadiah untuk Kera Goa Kreo, Cerita Seru Arka dan Nayla, dan Jejak Tradisi di Kota Atlas.

Buku tersebut mengangkat tema tempat wisata, kuliner, dan budaya lokal Kota Semarang yang dilengkapi dua barcode, audio cerita, dan proyek mini yang bisa dikerjakan siswa di rumah.

Baca juga: Radikalisme Gen-Z dan Budaya Literasi

Selain bertujuan meningkatkan literasi, Lia ingin memperkenalkan kebudayaan yang ada di Kota Semarang agar tumbuh rasa cinta dalam diri siswa terhadap kotanya sendiri.

Tak hanya itu, Nurhayati menyebut pop-up book membantu menghubungkan konsep abstrak dengan kehidupan nyata.

“Contohnya waktu saya mengajar imbuhan ‘me-’. Saya kaitkan dengan cerita dalam pop-up book. Setelah membaca, saya minta mereka mencari kata-kata dengan imbuhan ‘me-’. Jadi pembelajaran terasa lebih alami dan mudah dipahami,” jelasnya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau