Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dulu Ditentang Ayah, Alumnus UGM Rif’an Berhasil Kuliah S2-S3 Pakai Beasiswa LPDP

Kompas.com, 14 Maret 2026, 19:02 WIB
Melvina Tionardus,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tahun 2012 silam Ahmad Rif’an Khoirul Lisan diterima kuliah S1 di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Orang pertama yang menentangnya untuk kuliah justru ayahnya sendiri.
Alasannya karena keluarga mereka tidak memiliki cukup biaya.

Rif'an punya enam adik yang kala itu masih kecil yang membutuhkan perhatian dan penghidupan. Berasal dari Pleret Bantul, Yogyakarta, Rif'an merupakan anak dari guru mengaji panggilan. Sementara ibunya adalah ibu rumah tangga.

Orangtua Rif'an merasa tidak mampu untuk menyekolahkan anak-anaknya. Bahkan selalu meminta anak-anaknya untuk segera bekerja usai tamat SMA.

Dari bangku sekolah pun Rif'an terbiasa mencari kerja sampingan. Ia paham dengan keterbatasan keluarganya, sehingga ia tidak terlalu berharap banyak.

Semangatnya untuk kuliah tak padam hanya karena kata-kata sang ayah. Untungnya Rif’an adalah siswa berprestasi langganan berbagai kejuaraan tingkat nasional.

Baca juga: LPDP-BRIN Buka Beasiswa Riset untuk Doktor, Cek Syaratnya

Kehidupan kuliah penuh perjuangan

Rif'an ingin kuliah lantaran ingin mengubah kondisi keluarga dan membantu adik-adiknya supaya hidup lebih baik.

Namun penolakan cita-citanya oleh keluarga tidak hanya sekali. Perlahan ia malah merasa seolah kehilangan dukungan dari keluarganya sendiri.

Saat baru pertama mulai kuliah Rif'an mencari berbagai cara untuk bertahan hidup sebagai mahasiswa.

Beasiswa Bidikmisi yang didapatnya membantu menyokong kehidupan sehari-hari. Bahkan untung makan terkadang Rif'an harus sangat irit.

Ketika benar-benar lapar ia mengelola uang saku Rp 4.000 dengan hanya membeli nasi, sayur, dan satu gorengan di warung paling murah sekitar UGM.

“Yang penting makan,” kata Rif'an, dikutip dari situs UGM, Jumat (13/3/2026).

Tidak memiliki komputer untuk mengerjakan tugas, Rif'an punya taktik cemerlang yakni bekerja di sebuah warnet. Tujuannya agar bisa mendapatkan gaji sekaligus menggunakan komputer di warnet.

Sedangkan mahasiswa yang bekerja di warnet sering mendapat stigma akan telat lulus kuliah. Pada suatu hari Rif'an menceritakan alasannya bekerja di warnet kepada Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Geografi UGM.

Sang dosen tergerak untuk memberikan komputer bekas miliknya agar Rif’an dapat mengerjakan tugas dengan lebih mudah.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau