KOMPAS.com - Beberapa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berhasil masuk dalam pemeringkatan kampus terbaik di dunia versi SCImago Institutions Rankings (SIR) 2026 by Subject pada bidang religious studies.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) Selasa (31/3/2026), ada empat PTKIN yang berhasil menembus jajaran perguruan tinggi terbaik dunia pada pemeringkatan tersebut.
Kampus tersebut antara lain Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menempati posisi ke-7 terbaik dunia, UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada peringkat ke-14 dunia.
Baca juga: 20 PTN Penerima KIP Kuliah Terbanyak SNBP 2026, Terbanyak Luar Jawa
Kemudian diikuti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta peringkat 21, serta UIN Sunan Gunung Djati Bandung di peringkat 25.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Suyitno, menilai capaian ini merupakan bentuk nyata dari kerja panjang dan konsisten dalam mendorong internasionalisasi PTKIN.
“Prestasi ini adalah bentuk real dari rekognisi internasional atas kualitas PTKIN. Ini menunjukkan bahwa langkah-langkah strategis yang selama ini kita lakukan mulai dari penguatan publikasi bereputasi, kolaborasi riset lintas negara, hingga peningkatan kapasitas akademik dosen dan kelembagaan telah mendapatkan pengakuan dunia," kata Suyitno dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa.
Baca juga: Siswa Jangan Khawatir, Ikut TKA SD SMP 2026 Bukan Penentu Kelulusan
Menurutnya, keberhasilan ini tidak boleh berhenti sebagai capaian simbolik semata, tetapi harus menjadi pijakan untuk memperluas jejaring global dan meningkatkan kontribusi keilmuan Islam Indonesia di tingkat internasional.
"Ke depan, PTKIN harus terus memperkuat perannya sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam studi keislaman yang moderat, inklusif, dan berdaya saing global, sehingga kehadirannya semakin dirasakan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung dunia," jelas dia.
Hal senada disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Sahiron.
Ilustrasi perguruan tinggi. jenis-jenis perguruan tinggi.Menurut dia, prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa PTKIN mampu bersaing di tingkat global melalui penguatan riset, kolaborasi internasional, serta peningkatan kualitas publikasi ilmiah.
"Capaian ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi indikator kuat keberhasilan strategi internasionalisasi yang selama ini dijalankan oleh PTKIN. Kita melihat bagaimana peningkatan kualitas riset dan jejaring global memberikan dampak signifikan terhadap reputasi akademik di dunia internasional," ucap Sahiron.
Adapun pemeringkatan SCImago sendiri didasarkan pada tiga indikator utama.
Baca juga: Daftar PTKIN Masuk Pemeringkatan Dunia QS World University Rankings 2026
Yakni kinerja riset (50 persen), inovasi (30 persen), dan dampak sosial (20 persen), dengan basis utama pada data publikasi serta sitasi ilmiah yang terindeks secara internasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang