Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Terbaik Membersihkan Talenan Kayu agar Awet dan Higienis

Kompas.com, 13 Juli 2025, 16:46 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Talenan adalah salah satu peralatan dapur yang paling sering digunakan. Di pasaran, tersedia dua jenis utama talenan: plastik dan kayu.

Meski keduanya memiliki kelebihan masing-masing, talenan kayu tetap menjadi favorit banyak orang karena tampilannya yang estetik serta permukaannya yang lembut terhadap pisau.

Namun, merawat talenan kayu memerlukan perhatian khusus, terutama dalam hal kebersihan. Talenan kayu tidak boleh dicuci menggunakan mesin pencuci piring atau direndam dalam air, karena bisa merusak bentuk dan struktur kayunya.

Baca juga: Cara Mudah Membersihkan Talenan Kayu agar Kinclong dan Tidak Bau

Lalu, bagaimana cara terbaik untuk membersihkannya? Jawabannya sederhana, yakni gunakan sabun dan air.

Mengapa kebersihan talenan penting?

Setiap kali Anda menggunakan talenan untuk memotong bahan makanan, sisa-sisa partikel makanan dan cairan akan tertinggal di permukaannya. Jika tidak dibersihkan dengan benar, partikel ini dapat berpindah ke makanan lain yang Anda potong selanjutnya.

Yang lebih berbahaya lagi adalah kontaminasi silang. Misalnya, talenan yang digunakan untuk memotong daging atau unggas mentah bisa menyimpan bakteri seperti Salmonella atau E. coli.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)

Jika bakteri ini berpindah ke makanan lain yang dikonsumsi mentah, seperti sayuran atau buah, risiko keracunan makanan meningkat.

Selain itu, membersihkan talenan secara rutin membantu menjaga keawetannya serta mencegah munculnya bau tak sedap dan noda membandel.

Seberapa sering talenan harus dibersihkan dan dirawat?

Dibersihkan: Setiap kali selesai digunakan, cuci talenan kayu dengan air panas dan sabun cuci piring.

Diberi minyak atau lilin: Lakukan setidaknya sebulan sekali untuk menjaga agar kayu tidak menyerap cairan dan tetap lembap.

Baca juga: Cara Membersihkan dan Merawat Talenan Kayu agar Awet dan Bersih

Disanitasi: Tidak diperlukan langkah tambahan, karena mencuci dengan sabun dan air sudah cukup untuk menghilangkan bakteri.

Cara membersihkan talenan kayu

Berikut ini adalah cara terbaik membersihkan talenan kayu

1. Sabun dan air hangat

Ini adalah metode paling direkomendasikan. Gunakan sabun cuci piring dan air hangat untuk membersihkan kedua sisi talenan.

Ilustrasi sabun cuci piring.Shutterstock/Mr Boiko Oleg Ilustrasi sabun cuci piring.

Sikat atau spons lembut bisa membantu mengangkat sisa makanan yang menempel. Setelah dicuci, lap dengan kain bersih dan keringkan dengan cara diangin-anginkan.

Baca juga: 4 Penyebab Talenan Kayu Cepat Rusak, Salah Satunya Direndam

Catatan penting: Jangan merendam talenan dalam air atau mencucinya di mesin pencuci piring karena bisa menyebabkan talenan melengkung atau retak.


2. Jangan gunakan pemutih

Menggunakan pemutih pada talenan kayu bisa merusak warna kayu dan membuatnya kering hingga retak.

Baca juga: 4 Penyebab Talenan Kayu Cepat Rusak, Salah Satunya Direndam

Selain itu, bau pemutih bisa terserap oleh kayu dan berpindah ke makanan Anda. Cukup gunakan sabun dan air untuk membersihkan secara higienis.

3. Pakai cuka untuk menghilangkan bau

Jika talenan mulai berbau karena sering digunakan untuk memotong bawang atau bahan beraroma tajam, semprotkan larutan cuka putih dan air (perbandingan 1:1) ke permukaannya. Biarkan mengering tanpa perlu dibilas.

4. Lemon dan garam untuk membersihkan noda dan bau

Taburkan garam kasar (misalnya garam kosher) di atas talenan, kemudian peras air lemon di atasnya.

Ilustrasi lemon. PIXABAY/azzurrodesign Ilustrasi lemon.

Gosok menggunakan setengah potongan lemon hingga membentuk pasta. Biarkan semalaman, lalu kerok dengan spatula atau scraper. Alternatifnya, gunakan pasta baking soda dan air untuk hasil serupa.

Perawatan tambahan dengan minyak dan lilin

Untuk menjaga keindahan dan daya tahan talenan kayu, aplikasikan minyak mineral food-grade atau lilin lebah (beeswax) secara rutin. Bahan ini membantu menutup pori-pori kayu sehingga cairan dan bau tidak mudah meresap.

Selain memperpanjang usia pakai talenan, perawatan ini juga membuat tampilannya tetap menarik dan tidak kusam.

Baca juga: Seberapa Sering Harus Ganti Talenan Plastik?

Beberapa orang bahkan menyarankan untuk mengampelas permukaan talenan secara berkala guna menghilangkan goresan dan bekas potongan. Permukaan yang halus lebih mudah dibersihkan dan lebih higienis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau