Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membersihkan dan Merawat Talenan Kayu agar Awet dan Bersih

Kompas.com, 19 April 2025, 18:06 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Talenan merupakan salah satu peralatan dapur yang paling sering digunakan, dan biasanya terbuat dari dua jenis bahan utama: plastik dan kayu.

Meskipun talenan plastik memiliki keunggulan tersendiri, talenan kayu tetap menjadi pilihan favorit, baik karena tampilannya yang estetis maupun karena lebih ramah terhadap pisau.

Namun, talenan kayu memerlukan perawatan khusus agar tetap bersih, tidak bau, dan tahan lama.

Baca juga: Kapan Talenan Harus Diganti?

Mengapa kebersihan talenan penting?

Setiap kali digunakan untuk memotong bahan makanan, talenan akan menyimpan sisa-sisa partikel makanan serta cairan seperti darah daging atau air dari buah dan sayur.

Jika tidak dibersihkan dengan benar, sisa tersebut bisa berpindah ke makanan lain dan menyebabkan kontaminasi silang.

Kontaminasi silang terjadi saat bakteri dari daging atau unggas berpindah ke makanan lain seperti sayur atau buah yang biasanya dikonsumsi mentah.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)

Ini merupakan salah satu penyebab utama keracunan makanan. Selain itu, membersihkan talenan secara rutin juga membantu menghindari noda membandel dan bau tak sedap, sekaligus memperpanjang umur pakainya.

Cara membersihkan talenan kayu

Berikut ini adalah cara membersihkan talenan kayu

1. Menggunakan sabun cuci piring

Ini adalah cara paling sederhana dan efektif untuk membersihkan talenan kayu. Gunakan air hangat dan sabun, gosok kedua sisi talenan dengan sikat lembut atau spons, bilas, keringkan dengan lap bersih, lalu angin-anginkan hingga benar-benar kering.

Baca juga: Seberapa Sering Harus Ganti Talenan Plastik?

Jangan pernah merendam talenan dalam air atau mencucinya di mesin pencuci piring karena bisa membuat kayu melengkung.

2. Jangan pakai pemutih

Pemutih tidak disarankan untuk membersihkan talenan kayu karena bisa membuat warna kayu berubah, menyebabkan kekeringan hingga retak, dan meninggalkan bau yang bisa menempel pada makanan. Cukup gunakan sabun dan air untuk membunuh bakteri.

3. Membersihkan dengan cuka

Jika talenan mulai berbau meski sudah dicuci, semprotkan campuran air dan cuka putih (perbandingan 1:1) ke permukaan talenan. Biarkan mengering dengan sendirinya tanpa perlu dibilas.

Ilustrasi mencuci talenan kayu, membersihkan talenan kayu. SHUTTERSTOCK/PIXEL-SHOT Ilustrasi mencuci talenan kayu, membersihkan talenan kayu.

4. Menggunakan lemon dan garam

Untuk menghilangkan bau menyengat seperti bawang atau ikan, taburkan garam kasar ke permukaan talenan, lalu gosok dengan setengah buah lemon hingga membentuk pasta.

Biarkan semalaman, lalu kerok dengan spatula. Alternatif lainnya, gunakan pasta dari baking soda dan air untuk membersihkan noda dan bau.

Cara merawat talenan kayu

Agar talenan tidak cepat rusak dan tetap terlihat bagus, olesi secara rutin dengan minyak mineral atau beeswax food-grade.

Baca juga: 5 Kesalahan Mencuci Talenan Kayu yang Harus Dihindari

Ini membantu menjaga kelembapan kayu, mencegah bau, dan menghindari penyerapan cairan. Beberapa pengguna bahkan memilih untuk mengampelas permukaan talenan untuk menghilangkan goresan dan memperhalus kembali permukaannya.

Seberapa sering talenan harus dibersihkan dan dirawat?

  • Dibersihkan: Setiap kali selesai digunakan, talenan kayu harus dicuci dengan sabun dan air hangat.
  • Disterilkan: Tidak perlu dilakukan terpisah, karena pencucian dengan sabun dan air sudah cukup efektif untuk menghilangkan bakteri.
  • Diberi minyak atau wax: Untuk menjaga permukaan kayu agar tidak mudah menyerap cairan dan tetap tampak bagus, lakukan proses pengolesan minyak mineral food-grade atau beeswax sebulan sekali.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau